Tag: iso
ISO 9001:2015 Telah Terbit!
SERTIFIKAT ISO MURAH – Edisi terbaru dari ISO 9001 (standar manajemen mutu ISO) telah terbit pada 23 September 2015. Ini merupakan akhir dari kerja selama lebih dari tiga tahun oleh 95 ahli dari berbagai negara yang berpartisipasi untuk merevisi dan menjadikan standar ini sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Dengan lebih dari 1,1 juta sertifikat yang dikeluarkan di seluruh dunia, ISO 9001 membantu organisasi atau perusahaan menunjukkan kepada pelanggan bahwa mereka dapat menawarkan produk dan layanan berkualitas baik secara konsisten. Tidak hanya itu, ISO 9001 juga bertindak sebagai alat untuk merampingkan proses mereka (organisasi atau perusahaan) menjadi lebih efisien. Kevin McKinley selaku Sekretaris Jenderal ISO menjelaskan: “ISO 9001 memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan global. Hal ini meningkatkan kemampuan organisasi untuk memuaskan pelanggan dan menyediakan dasar yang koheren untuk pertumbuhan dan keberhasilan yang berkelanjutan.”
ISO 9001:2015 memiliki perubahan penting, dimana standar ini telah dikembangkan dan lebih direvisi sebagai proses “evolusi daripada revolusi”. Tujuan dari perubahan standar ISO 9001 ini adalah menjadikannya lebih progresif menuju ke abad ke-21. Versi sebelumnya dari standar ISO 9001 bersifat lebih memberikan petunjuk atau ketentuan-ketentuan, dengan banyak persyaratan untuk catatan dan prosedur terdokumentasi.
Kini ISO telah mengambil langkah lebih lanjut, dan ISO 9001:2015 bahkan kurang preskriptif dari yang sebelumnya, bukan fokus pada kinerja. Namun titik ini dicapai dengan menggabungkan pendekatan proses dan pemikiran berbasis risiko, serta mempekerjakan siklus Plan-Do-Check-Act (Rencana-Lakukan-Cek-Ambil tindakan) di semua tingkatan dalam organisasi.
“Mengetahui organisasi yang saat ini akan memiliki beberapa standar manajemen, kami telah merancang versi 2015 untuk mudah diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya. Versi baru ini juga menyediakan dasar yang kuat untuk standar sektor-kualitas (otomotif, aerospace, industri medis, dll), dan memperhitungkan kebutuhan regulator.”
Mengantispasi banyak standar yang datang dan ada, Kevin McKinley menyimpulkan, “Dunia telah berubah, dan revisi ini diperlukan untuk mencerminkan hal ini. Teknologi mengendalikan harapan dan meningkat dari pelanggan dan bisnis. Hambatan perdagangan telah turun karena tarif yang lebih rendah, tetapi juga karena instrumen strategis seperti Standar Internasional. Kami melihat kecenderungan rantai pasokan global yang lebih kompleks yang menuntut tindakan terpadu. Sehingga organisasi perlu melakukan cara-cara baru, dan standar manajemen kualitas kami harus bersaing dengan harapan ini. Saya yakin bahwa edisi 2015 dari ISO 9001 dapat membantu mereka (organisasi atau peruahaan) mencapai hal ini (kepuasan pelanggan dan bisnis).”
ISO 9001:2015 menggantikan edisi sebelumnya, dan lembaga sertifikasi akan memilikinya hingga tiga tahun untuk memindahkan sertifikat ke versi baru.
Manfaat ISO bagi Perusahaan
SERTIFIKAT ISO MURAH – ISO sebagai Standar Internasional membawa teknologi, ekonomi dan manfaat sosial. Selain itu, manfaat ISO yaitu untuk membantu menyelaraskan spesifikasi teknis dari produk dan jasa, membuat industri lebih efisien, dan mencegah hambatan perdagangan internasional. ISO membantu meyakinkan konsumen bahwa produk yang aman, efisien dan baik untuk lingkungan.
ISO telah mengembangkan standard bahan dalam menggambarkan manfaat ekonomi dan sosial. Hal itu dimaksudkan untuk diketahui oleh para pengambil keputusan dan pemangku kepentingan, sebagai contoh konkret dari nilai standar.
ISO sebagai Standar Internasional adalah pedoman dan alat strategis untuk membantu perusahaan mengatasi beberapa tantangan yang paling menuntut dari bisnis modern. Memastikan bahwa operasi bisnis sampai se-efisien mungkin, meningkatkan produktivitas dan membantu perusahaan mengakses pasar baru. Manfaat ISO tentu tidak hanya dirasakan oleh perusahaan saja, tapi juga klien dan pelanggan.
Manfaat ISO bagi perusahaan meliputi:
- Penghematan biaya. Membantu mengoptimalkan operasi, sehingga meningkatkan bottom line baik saat produksi maupun pemasaran.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan. Membantu meningkatkan kualitas barang, meningkatkan kepuasan pelanggan serta meningkatkan penjualan.
- Membuka akses ke pasar baru. Membantu mencegah hambatan perdagangan dan membuka pasar global.
- Peningkatan pangsa pasar. Membantu meningkatkan produktivitas perusahaan dan keunggulan secara kompetitif.
- Manfaat lingkungan. Membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Perusahaan sebagai pelaku bisnis juga mendapatkan keuntungan dari mengambil bagian dalam proses pembangunan standar.
Mengapa perusahaan turut terlibat dalam pengembangan standar?
Salah satu kekuatan dari standar ISO adalah bahwa ISO dibuat oleh orang-orang yang membutuhkannya. Ahli industri mendorong semua aspek dari proses pengembangan standar, dari memutuskan apakah standar baru diperlukan untuk mendefinisikan semua konten secara teknis. Terlibat dalam proses ini dapat membawa keuntungan yang signifikan bagi perusahaan Anda, misalnya dengan:
- Memberikan akses awal untuk informasi yang bisa membentuk pasar di masa depan
- Memberikan perusahaan Anda suara dalam pengembangan standar
- Membantu menjaga akses pasar terbuka.
Terlibat dalam pengembangan standar membawa keprihatinan dan kebutuhan untuk menanggung pada sebuah proses yang akan mempengaruhi perusahaan Anda di masa depan.
Material Safety Data Sheet
SERTIFIKAT ISO MURAH – Bahan kimia berbahaya dan beracun atau B3 dapat dengan mudah kita temukan pada proses produksi di pabrik. Perlu tindakan pengendalian yang tepat agar B3 tersebut tidak membahayakan jiwa pekerja, peralatan, instansi, dan tentunya jangan sampai menimbulkan pencemaran lingkungan.
Peraturan yang terkait dengan pengendalian B3 adalah Kepmenaker No. KEP-187/MEN/1999, yaitu tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja. Pada Bab 1 pasal 1, bahan kimia B3 adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan.
Salah satu upaya untuk mencegah atau mengurangi risiko akibat penggunaan bahan kimia B3 adalah dengan memahami MSDS (Material Safety Data Sheet) atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) bahan kimia tersebut.
Material Safety Data Sheet merupakan kumpulan data keselamatan dan petunjuk dalam penggunaan bahan kimia berbahaya. MSDS merupakan salah satu bentuk pengendalian resiko terkait penggunaan bahan kimia B3. Jadi, sebelum menggunakan bahan kimia B3, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami dengan baik MSDS bahan kimia tersebut.
Kita bisa memperoleh dokumen MSDS kepada produsen, distributor atau supplier dimana kita membeli bahan kimia tersebut, atau kita bisa mengunduhnya lewat internet. Pastikan bahwa MSDS yang kita miliki adalah revisi terbarunya.
Ada (minimal) 8 informasi penting yang termuat dalam sebuah dokumen MSDS. Informasi tersebut meliputi:
Bagian 1. Identifikasi Bahan (Material Identification)
Pada bagian ini disajikan informasi mengenai nama dagang dan sinonim dari bahan kimia yang dimaksud, termasuk di dalamnya adalah rumus molekul dan data perusahaan pembuatnya beserta alamat dan nomor telepon penting yang dapat dihubungi.
Bagian 2. Komposisi Bahan Berbahaya (Hazardous Ingredients)
Berisi persentase masing-masing komponen bahan kimia B3 yang digunakan, dengan konsentrasi terendah sama dengan atau lebih dari 1 %. Atau minimum 0,1 % untuk bahan kimia karsinogenik (penyebab kanker).
Bagian 3. Sifat Fisika dan Kimia (Physical and Chemical Characteristic)
Sifat fisika dan kimia yang ditampilkan dalam MSDS antara lain: warna dan bau, titik didih, tekanan uap, pH dan kelarutan dalam air.
Bagian 4. Data Potensi Bahaya Kebakaran dan Ledakan (Fire and Explosion Hazard Data)
Bagian ini berisikan informasi mengenai potensi bahaya kebakaran dari bahan kimia B3 serta hal-hal yang perlu diperhatikan manakala terjadi kebakaran. Informasi tersebut diantaranya adalah titik nyala, jenis pemadam kebakaran yang tepat, dan prosedur penanganan kebakaran.
Bagian 5. Data Potensi Bahaya Terhadap Kesehatan (Health Hazard Data)
Di dalamnya dijelaskan mengenai pengaruh paparan atau exposure bahan kimia B3 terhadap kesehatan, beserta tanda dan gejala bila terkena paparannya. Selain itu, dijelaskan pula cara bahan kimia tersebut kontak dengan tubuh (kontak dengan kulit, terhirup, tertelan, terciprat dan lain-lain) dan target organ tubuh yang paling rentan terkena dampak negatifnya.
Bagian 6. Data Reaktifitas (Reactivity Data)
Bagian ini menjelaskan tentang tingkat reaktivitas suatu bahan kimia berbahaya bila tercampur dengan bahan kimia lain, atau bila disimpan di dalam tempat yang tidak sesuai.
Bagian 7. Prosedur Penanganan Tumpahan, Kebocoran dan Limbah (Precautions for Safety Handling and Use)
Berisi informasi tentang peralatan yang tepat untuk digunakan dan prosedur atau tata cara apabila terjadi tumpahan atau kebocoran. Selain itu, dijelaskan pula mengenai tata cara pembuangan limbah bahan kimia berbahaya dan hal-hal yang perlu diperhatikan selama penanganan dan penyimpanan.
Bagian 8. Tindakan Pengendalian Untuk Mengurangi Bahaya (Control Measures)
Berisi informasi mengenai tindakan-tindakan pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahaya, seperti penyediaan sarana ventilasi, prosedur kerja yang aman dan alat pelindung diri yang sesuai.
Dokumentasi dan Up Dating :
Semua dokumen MSDS harus terdokumentasi dengan baik. Harus dipilih media dokumentasi yang mudah untuk diakses (bisa dalam bentuk print out atau CD) dan MSDS harus selalu tersedia di tempat-tempat yang diperlukan.
MSDS yang terdokumentasi harus dengan nomor revisi terbaru atau terakhir. Hal ini penting karena akan terus ada informasi baru yang masuk atau diperbaharui.
SOSIALISASI KEBIJAKAN K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan)
SERTIFIKAT ISO MURAH – Pelaksanaan K3 (Apa itu K3? Baca di sini…) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta bebas pencemaran lingkungan menuju peningkatan produktivitas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Seperti kita ketahui bahwa kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material bagi pekerja dan pengusaha, tetapi dapat juga mengganggu proses produksi secara menyeluruh dan merusak lingkungan yang akhirnya berdampak kepada masyarakat luas. Karena itu perlu dilakukan upaya nyata untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara maksimal. Perlu ada sosialisasi kebijakan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) sebagai bentuk nyata bahwa perusahaan benar-benar serius menerapkan sistem manajemen K3.
Apabila kita lakukan analisis secara mendalam, maka kecelakaan, peledakan, kebakaran dan penyakit akibat kerja, pada umumnya disebabkan karena tidak dijalankannya syarat-syarat K3 secara baik dan benar.
Sebagaimana komitmen yang dilakukan oleh suatu perusahaan a dalam menerapkan atau mengimplementasikan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan di lingkungan kerja dan organisasi, perusahaan tersebut telah menyusun dan menetapkan kebijakan K3L sebagai berikut:
Perusahaan dengan serius memperhatikan dan bertanggung jawab pada bidang K3L dengan dasar-dasar sebagai berikut:
- Menetapkan, mengevaluasi dan memperbaiki secara terus menerus sistem manajemen K3L.
- Selalu memenuhi semua peraturan pemerintah maupun kebijakan Heinz tentang K3L.
- Menyusun program K3L dan target tahunan untuk mendorong peningkatan kinerja K3L, efisiensi produksi dan nilai investor.
- Mengatur semua kegiatan operasional untuk mencegah polusi dan meminimalkan dampak pada lingkungan maupun resiko kesehatan dan keselamatan kerja.
- Menjamin kesadaran segenap karyawan tentang peranannya dalam pengontrolan K3L melalui pelatihan dan pertemuan-pertemuan karyawan.
Segenap karyawan perusahaan harus memiliki kesadaran serta dukungan atas kebijakan ini dan berpartisipasi dalam penerapannya.
Tujuan ditetapkannya kebijakan di atas, yaitu kebijakan tersebut menjadi prinsip dasar dan sebagai arahan dalam segala aktivitas dalam lingkungan kerja.
Kemudian dalam pelaksanaanya dibuatlah peraturan-peraturan mengenai K3 antara lain tertuang dalam perjanjian kerja bersama (PKB) 2009-2011:
Pasal 38 menyebutkan:
- Karyawan wajib menjaga keselamatan dirinya dan karyawan lainnya.
- Menciptakan, memelihara dan meningkatkan kebersihan tempat kerja.
- Melakukan teknik kerja yang tepat dan aman.
- Karyawan yang menemukan hal-hal yang membahayakan terhadap keselamatan karyawan dan perusahaan harus segera lapor ke atasannya.
- Mentaati sepenuhnya peraturan kebersihan, kesehatan, ketertiban, K3, serta teknik-teknik kerja yang baik.
- Menyimpan, memelihara, dan menggunakan sebaik-baiknya peralatan dan perlengkapan kerja.
Keseriusan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah contoh pentingnya sosialisasi kebijakan K3L. Dalam hal ini, sertifikasi OHSAS 18001. Hubungi Kami sekarang!
LAPORAN KECELAKAAN KERJA
SERTIFIKAT ISO MURAH – Laporan kecelakaan kerja adalah laporan yang dibuat oleh atasan (Kasi/Supervisor) ketika terjadi kecelakaan kerja. Setiap karyawan yang mengalami kecelakaan kerja, baik luka kecil maupun luka berat, harus melaporkan kejadian tersebut ke atasannya (Kasi/Supervisor). Hal ini untuk memudahkan dalam membuat laporan kecelakaan kerja.
Laporan kecelakaan kerja juga bermanfaat sebagai arsip perusahaan, misal sebagai ganti rugi atas jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Biar bagaimanapun, data yang valid akan menjaga bahkan bisa meningkatkan daya saing perusahaan.
Berikut langkah membuat laporan kecelakaan kerja, bila terjadi kecelakaan kerja:
Korban
- Bila korban masih bisa melapor ke atasan, segeralah melapor ke Kasi/Supervisor yang bersangkutan
- Bila korban harus segera dibawa ke klinik dan tidak bisa melapor ke Kasi/Supervisor, paling tidak (minimal) korban sudah bilang ke karyawan lainnya tentang kejadian kecelakaan yang korban alami.
Kasi/Supervisor
- Kasi/Supervisor harus melaporkan kejadian kecelakaan tersebut ke EHS (Environment Health and Safety) secepat mungkin, maksimal 1×24 jam dan membuat laporan berita kecelakaan. Namun bila Kasi belum bisa membuat laporan berita kecelakaan, minimal Kasi melaporkan adanya kejadian kecelakaan ke bagian EHS, baik lewat telepon maupun email.
- Kasi memantau dan atau mendampingi korban hingga mendapat keputusan tentang kondisi korban dari medis.
- Kasi atau Supervisor dan korban serta saksi ahli teknis (orang yang mengetahui pekerjaan tersebut) membuat investigasi kecelakaan sesuai dengan lembar investigasi kecelakaan berstandar Heinz. Bagian EHS dan Engineering bisa diikut-sertakan dalam investigasi bila diperlukan.
- Laporan investigasi harus dilaporkan ke EHS paling lambat 1×24 jam untuk dilaporkan ke manajemen.
EHS (Environment Health and Safety)
- Bagian EHS akan membuat laporan awal kecelakaan setelah mendapat laporan kecelakaan dari Kasi atau medis. Kemudian hasil laporan awal tersebut akandilaporkan ke pihak Manajemen sampai Top Manajemen, dibagikan ke bagian EHS ke dalam tiga Plant, sesuai prosedur dari Heinz.
- Bagian EHS berhak melakukan review atau memberikan masukan-masukan terhadap hasil investigasi dari segi aspek keamanan serta keselamatan kerja.
- Bagian EHS bertanggung jawab untuk memastikan investigasi kecelakaan dilakukan, bila perlu EHS mendampingi investigasi yang dilakukan Kasi atau Supervisor, atau melakukan investigasi tersendiri bila investigasi tidak kunjung dilakukan oleh pengawas.
Manajemen
- Melakukan review terhadap hasil investigasi kecelakaan bersama EHS dan tim semua bagian untuk mencegah kecelakaan terulang lagi.
- Memastikan semua hasil rekomendasi dari investigasi dijalankan oleh bagian yang bertanggung jawab.
Nah, itu tadi sedikit penjelasan tentang langkah-langkah membuat laporan kecelakaan kerja. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dan mengurangi tingkat kecelakaan kerja, demi tercapainya lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sejahtera.
