Tag: iso
5 Cara Karyawan Baru Berkomunikasi dengan Pimpinan
SERTIFIKAT ISO MURAH – Kemajuan sebuah bisnis dapat dicermati dari bagaimana komunikasi pimpinan dengan karyawan. Komunikasi yang baik antara pimpinan dengan karyawan sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Masalah yang sering timbul pada karyawan baru adalah komunikasi yang kurang berjalan lancar. Hal ini dapat menyebabkan proses kerja perusahaan terhambat.
Cara karyawan baru berkomunikasi dengan pimpinan.
Cara berkomunikasi yang baik dan efektif bagi karyawan baru menentukan pola pemikiran pimpinan. Beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda berkomunikasi dengan pimpinan, ketika Anda baru saja menjadi karyawannya:
Bersiap dengan pekerjaan
Sebelum Anda datang ke tempat kerja, bersiaplah dengan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan Anda. Siapkan ATK atau alat-alat yang akan mendukung kerja Anda. Pimpinan tentu akan sangat senang bila Anda melakukan pekerjaan dengan baik.
Ingat, efektivitas dalam bekerja sangat menguntungkan dalam dunia bisnis. Selain itu penting untuk mengetahui bagaimana sikap pimpinan terhadap Anda selaku karyawan baru.
Bersikap santai namun serius
Sedikit kekakuan dalam berkomunikasi antara pimpinan dengan karyawan baru wajar terjadi. Presure yang lebih besar berada pada pundak karyawan baru. Rasa takut berbuat kesalahan akan mempengaruhi komunikasi dengan pimpinan. Jangan sampai kekakuan dalam berkomunikasi menyebabkan penurunan kinerja Anda.
Bagi seorang karyawan yang pertama atau masih baru, cobalah berkomunikasi dengan santai dahulu, supaya bisa dekat baik dengan rekan sesama karyawan maupun terhadap pimpinan. Tapi juga tidak lantas Anda dapat terus-menerus bersikap santai. Ada saat dimana Anda bicara dan bekerja secara serius. Santai tidak sama dengan serius, keseriusan Anda wajib dilakukan saat sedang bekerja.
Konsistensi komunikasi
Komunikasi secara intens memberikan banyak informasi untuk karyawan baru. Komunikasi secara intens juga bisa membuat hubungan Anda dengan pimpinan semakin lancar. Komunikasi yang hangat akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi dengan pimpinan.
Menyadari posisi pimpinan
Seiring lamanya Anda bekerja, Anda harus menyadari posisi pimpinan. Sangat buruk jika Anda memposisikan pimpinan sama dengan Anda. Beberapa waktu di luar pekerjaan, Anda bisa menganggap pimpinan adalah teman Anda. Tapi Anda perlu menyadari benar-benar, jika ia adalah pimpinan Anda saat sedang di tempat kerja. Jika tidak memposisikan pimpinan dengan bijak, berarti Anda perlu mengevaluasi kinerja Anda sebagai karyawan baru. Apakah Anda masih ingin bekerja, atau tidak dapat bekerja secara profesional.
Jujurlah terhadap pimpinan
Sikap jujur mendukung kelancaran komunikasi dengan pemimpin. Meskipun terkadang sikap jujur akan membuat pimpinan sakit hati, namun akan lebih membuatnya respek terhadap Anda.
Memang kadang diperlukan waktu untuk membuat pimpinan peduli. Salah satu caranya yaitu dengan mengatakan jujur dan apa adanya.
Semoga dengan tips di atas bisa membuat komunikasi Anda dengan pimpinan semakin baik. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan keberlangsungan bisnis perusahaan.
Peran Karyawan dalam Keberlansungan Bisnis Perusahaan
SERTIFIKAT ISO MURAH – Keberlangsungan bisnis perusahaan tidak lepas dari peran karyawan-karyawannya. Dalam hal ini, bukan berarti perusahaan mengeksploitasi kaum pekerja. Bahkan peran pimpinan perusahaan dalam menentukan kebijakan dan pemegang kendali perusahaan sangat penting. Oleh karena itu, sejauh mana perusahaan dapat bertahan dan mengeksiskan diri, bukan hanya ditentukan oleh pimpinan perusahaan. Sebetulnya semua itu berkenaan dengan peran karyawan.
Lalu apa saja peran karyawan dalam keberlangsungan bisnis perusahaan? Berikut lima peran karyawan yang perlu Anda ketahui:
- Menjaga stabilitas pekerjaan
Penurunan dan peningkatan produktivitas kerja adalah fase yang pasti ada dan akan terus terjadi. Sudah seharusnya, baik pimpinan perusahaan maupun karyawan, atau siapa pun memahami hal ini. Bahwa peran karyawan bukan hanya bekerja saja, tapi juga menjaga stabilitas pekerjaan.
Menjaga stabilitas pekerjaan adalah tantangan. Pekerjaan yang terus bertambah dan waktu istirahat yang tidak digunakan dengan bijak adalah salah duanya. Jadi sekeras bagaimana usaha seorang karyawan dalam melewati tantangan-tantangan yang ada, peran menjaga stabilitas pekerjaan inilah yang perlu Anda pahami demi keberlangsungan bisnis perusahaan.
- Meningkatkan kualitas kerja lewat potensi masing-masing karyawan
Setiap karyawan mempunyai potensi yang berbeda. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan kualitas kerja, apalagi bila perbedaan potensi di masing-masing karyawan ini sanggup dioptimalkan. Bukan hanya dapat meningkatkan kualitas kerja, meningkatkan daya saing perusahaan pun secara otomatis terbantu oleh salah satu peran karyawan ini.
- Inovatif dan mempunyai kreativitas yang tinggi
Gagasan-gagasan untuk melebarkan sayap perusahaan kadang menemukan jalan buntu. Dibutuhkan inovasi dan kreativitas yang tinggi dari seluruh karyawan, terutama pimpinan yang mempunyai kendali atas otoritas perusahaan, untuk keluar dari jalan buntu dan mempertahankan keberlangsungan organisasi.
Bila karyawan tidak inovatif dan tidak mempunyai kreativitas yang tinggi, tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan pasti lebih memilih mempekerjakan karyawan yang inovatif dan kreatif serta mau bekerja keras, daripada karyawan dengan gelar tinggi tapi hanya ingin bekerja yang ‘enak-enak’ saja.
- Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern maupun ekstern
Komunikasi dengan pihak intern maupun ekstern juga penting dilakukan karyawan. Selain demi keberlangsungan perusahaan, hal ini juga memudahkan dalam memperluas relasi karyawan itu sendiri. Meskipun tidak bisa dilalukan secara intens, komunikasi itu cukup dilakukan dengan baik tanpa melibatkan kepentingan tertentu. Sebab peran karyawan dalam menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern maupun ekstern akan berpengaruh terhadap nama baik perusahaan.
- Menjaga nama baik perusahaan
Dari keempat peran karyawan di atas, yang terakhir yang perlu dilakukan adalah menjaga nama baik perusahaan. Bagaimana pun kondisi perusahaan, bagaimana pun cara kerja perusahaan atau sikap dengan rekan sesama karyawan, sebaiknya setiap karyawan menyembunyikan hal ini, terutama terhadap orang-orang di luar organisasi. Peran karyawan yang satu ini memang terkesan impresif. Tapi masing-masing perusahaan mempunyai kebijakan, dan kebijakan itulah yang menciptakan peran-peran karyawan, yang penting dalam keberlangsungan bisnis perusahaan.
Cara Mudah Menjadi Karyawan Teladan
SERTIFIKAT ISO MURAH – Pada prakteknya, menjadi karyawan teladan tidak terlalu sukar dilakukan. Tidak butuh banyak teori, apalagi sampai tega mengadu domba rekan kerja dengan atasan. Jika Anda memang ingin bekerja secara sungguh-sungguh, lakukan saja, jangan ragu. Karena karyawan teladan itu sendiri hanya julukan saja, sama seperti sebutan juara kelas saat Anda sekolah dulu.
Cara mudah menjadi karyawan teladan. Tak perlu pusing memikirkan bagaimana cara menjadi karyawan. Berikut cara mudah menjadi karyawan teladan.
Niat
Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika ingin menjadi karyawan teladan adalah dengan meniatkan diri. Karena niat adalah kunci, maka jangan sampai kunci itu hilang. Ini tidak sama seperti selera Anda terhadap makanan. Jika Anda kehilangan selera makan, Anda bisa memakan yang lain. Soal bekerja tidak bisa. Ketika Anda sudah bekerja pada satu perusahaan, Anda tidak bisa dengan mudahnya mencari pekerjaan lain lantaran merasa tidak nyaman, baik terhadap atasan maupun rekan kerja apalagi dengan pekerjaan Anda sendiri.
Cara mudah menjadi karyawan teladan adalah dengan berniat. Sebab dengan meniatkan diri untuk bekerja, selamat, Anda sudah mulai maju selangkah mendekati kriteria karyawan teladan.
Jujur
Anda pasti akan merasa sangat kecewa jika orang lain tidak jujur dengan Anda, begitu juga atasan. Bahkan tanpa Anda menjadi karyawan teladan, Anda diwajibkan untuk bekerja secara jujur. Transparan. Tidak merugikan siapa pun, baik perusahaan maupun diri Anda sendiri. Kejujuran juga berperan penting sekadar ingin orang lain dapat percaya kepada Anda.
Memegang teguh nilai-nilai kedisplinan
Datang tepat waktu kadang dirasa sepele bagi seorang pekerja, padahal hal ini berguna dalam memulai pekerjaan. Bila perlu Anda datang sebelum jam masuk kantor. Jika terhadap waktu saja Anda mampu untuk disiplin, hal lain yang menyangkut pekerjaan pun sudah tentu bisa Anda lakukan. Menyelesaikan pekerjaan, misalnya. Belajarlah untuk bersikap disiplin dan adil pada diri Anda sendiri. Jangan sampai atasan Anda kecewa dengan sikap dan kinerja Anda dalam melakukan pekerjaan.
Cara mudah menjadi karyawan teladan.
Terus melakukan yang terbaik
Setelah Anda mengetahui tiga cara di atas, yang terakhir yang perlu Anda lakukan adalah terus melakukan yang terbaik. Tidak ada pekerjaan yang sulit, yang ada hanya usaha yang belum dilakukan secara maksimal.
Profesionalisme dalam Bekerja
SERTIFIKAT ISO MURAH – Persaingan yang ketat di dalam dunia kerja membuat setiap individu diharuskan bersikap profesional. Hanya individu dengan pemahaman yang kuat serta memiliki profesionalisme yang akan memenangkan persaingan di dalam dunia kerja.
Sebetulnya meski tanpa persaingan, dunia kerja itu sendiri menuntut seseorang bersikap profesional. Bahkan perusahaan berani bayar mahal untuk orang-orang yang profesional dalam bekerja. Semakin hari dunia semakin mengakui bahwa profesionalisme dapat meningkatkan kualitas seorang pekerja. Apa pun profesinya, sikap profesional seorang pekerja menjadi hal yang utama; setelah bekerja dengan sungguh-sungguh.
Pada hakikatnya seorang yang profesional memiliki tiga ciri, antara lain:
- Pekerjaan yang dilakukan seorang yang profesional itu semata-mata sebagai entitas diri demi profesi yang dijalani.
- Seorang yang profesional melakukan pekerjaannya dengan memperhatikan segala aspek, baik teknis maupun non-teknis.
- Mengacu pada sebuah kode etik yang ada dan sikap dalam memperbaiki kesalahan.
Yang dimaksud profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarkat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan profesionalisme:
- Pengetahuan (Knowledge)
- Kemampuan (Ability)
- Keterampilan (Skill)
- Sikap (Attitude)
- Kebiasaan (Habit)
Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).
Seseorang yang memiliki profesionalisme dalam bekerja senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Seseorang yang memiliki profesionalisme dalam bekerja akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya, baik terhadap pekerjaan maupun lingkungan kerja.
Pentingnya profesionalisme dalam bekerja mengharuskan seseorang untuk mengubah pola pikir ke arah yang lebih baik, bahkan terus lebih baik. Tanpa profesionalisme sebuah institusi, sebuah organisasi, sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama, karena profesionalisme inilah yang menghidupkan segala aktivitas di perusahaan.
Menjalin Kerjasama yang Baik dengan Customer
SERTIFIKAT ISO MURAH – Relasi yang baik antarpribadi menjadi kunci utama dalam menjalin dan melakukan kerjasama bisnis. Apalagi bila kerjasama yang dilakukan masih terbilang baru dan untuk pertama kalinya. Dengan membangun hubungan yang baik, sekalipun dengan calon customer, tentu kita akan mendapatkan beberapa manfaat, misal membuka peluang bisnis dengan relasi dari customer. Namun ada yang lebih penting, yaitu kepercayaan customer.
Sebagaimana membuat orang lain percaya, hal ini tidak mudah dilakukan. Begitu juga mendapatkan kepercayaan dari pelanggan. Ingat, pelanggan bukan hanya sebagai target bisnis. Menjalin kerjasama dan hubungan yang baik dengan pelanggan, ini jauh lebih penting. Bukankah menjalin pertemanan lebih sulit daripada melihat peluang bisnis?
Oleh karena itu, ada baiknya kita perlu menjalin kerjasama yang baik dengan customer. Bagaimana caranya, berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan terhadap customer Anda:
Kenali customer sampai detail
Dalam melakukan kerjasama, sudah seharusnya Anda mencari tahu informasi tentang customer Anda. Carilah informasi sampai detail, jangan sampai ada yang terlewat, sebab hal ini akan membantu Anda dalam merekatkan hubungan dengan customer. Misal bagaimana sikapnya, apa yang membikin customer terhibur, hobinya, atau hal-hal yang disukai. Hingga hubungan antarpersonal tidak terlalu kaku, namun kerjasama bisnis pun tetap berlanjut dan memiliki tujuan yang jelas.
Jadikan customer tidak hanya sebagai rekan bisnis, tapi juga teman.
Setelah mengenali customer sampai detail, hal kedua yang dilakukan adalah menjadikannya tidak hanya sebagai rekan bisnis, tapi juga teman. Mengapa harus berteman?
Dunia bisnis menuntut orang-orang yang ada di dalamnya untuk mempertahankan dan memperluas relasi. Menjadikan customer sebagai teman merupakan salah satu cara yang efektif untuk melakukan hal tersebut.
Maintenance bussiness relationship
Hubungan bisnis yang telah dijalin harus dipertahankan, bagaimanapun caranya. Menjaga supaya hubungan bisnis tetap berlangsung bisa dilakukan dengan cara melakukan rapat di luar kantor sambil mentraktir customer makan siang. Ini penting, sebab tidak semua orang melakukannya.
Berikan pelayanan terbaik
Jika ketiga hal di atas sudah sanggup Anda lakukan, maka usaha yang berkelanjutan adalah terus memberikan pelayanan terbaik kepada customer. Banyak macamnya, misal menawarkan kemudahan terhadap customer dalam melakukan kerjasama yang lain.
Banyak cara menjalin kerasama yang baik dengan customer. Empat poin di atas paling tidak mewakili cara-cara yang mungkin sukar dimengerti. Atau Anda ingin menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001? Segera hubungi kami. (klik di sini!)
