Tag: Konsultan ISO

 

Mengelola IT Service Management dengan Baik

itsm

Pernahkah Anda mengeluh terhadap penyedia layanan internet Anda? Bagaimana cara penyedia layanan internet menangani masalah Anda? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki ketika terjadi gangguan? Lalu adakah hubungannya dengan masalah servis dan sarana? Apa yang mereka lakukan dalam menanggapi masalah anda? Bagaimana dengan layanan lainnya?

Bagi user service dari perusahaan berbasis IT Service Management (ITSM), menginginkan pelayanan yang sempurna adalah suatu keharusan. Namun sebenarnya bagi perusahaaan berbasis ITSM, menciptakan layanan yang sempurna amatlah sulit, tetapi bukan menjadi hal yang sulit jika tidak ada konsep dalam layanan tersebut.

Fokus pada service desk merupakan bagian dari service mangement, dipersyaratkan di dalam pengelolaan ISO 20000 IT Service Management. Service helpdesk adalah buah dari strategi layanan di dalam perencanaan konsep service kepada pelanggan. Perencanaan terhadap masalah layanan, insiden service, payment service, service report, dan lainnya.

bg-group-service-desk

User tidak akan melihat bagaimana Anda mengelola masalah layanan , tetapi bagaimana Anda melakukan service delivery yang baik.

Konsep perencanaan service delivery yang tidak matang menjadikan service desk menjadi tidak bernilai di hadapan pelanggan. Sementara service desk adalah bagian dari service management yang dinilai oleh pelanggan, yang dapat menjadikan input business continuity Anda.

itil_fig2

Konsep service desk adalah mengelola layanan pengiriman dan layanan pendukung ke dalam service prima bagi dan untuk pelanggan.

Mengenal ISO 37001, Sistem Manajemen Antisuap

Dunia akhir tahun ini akan berbangga menerima Sistem Manajemen Antisuap yang dikeluarkan oleh ISO dengan nama ISO 37001.  ISO series ini bertujuan untuk membuat sistem standar internasional untuk mengendalikan korupsi atau suap.

Sebenarnya sistem ini secara praktek sudah dilakukan oleh beberapa organisasi, khususnya perusahaan oil and gas yang dalam kebutuhannya melakukan audit kepada kontraktor dengan sistem AUDIT ANTIBRIBERY. Oleh karena banyak tuntutan dari praktisi, akademisi, pemerintah terhadap kebutuhan standar antisuap ini, ISO mengangkat menjadi standar internasional, sehingga ini dapat diterapkan pada organisasi-organisasi yang beritikad baik dalam menjalankan bisnis secara sehat.

Untuk organisasi di Indonesia pilihannya ada dua, yaitu berkomitmen untuk menerapkan ISO 370001, Sistem Manajemen Antisuap dengan benar atau hanya semata-mata mendapatkan bukti sertifikasi ISO 37001 dan korpus tetap berjalan, ironis memang untuk Indonesia tetapi dengan semangat perubahan menuju perbaikan hal ini dapat dilakukan.

Berikut beberapa FAQ terhadap ISO 37001.

Apa Tujuan Standar ISO 37001?

Mengembangkan sistem management internasional dengan penerapan norma-norma anti suap atau korupsi di organisasi.

Kapan ISO 37001 dikeluarkan?

 

Pada akhir tahun 2016 dan ISO 37001 masuk kategori sertifikasi, artinya tidak hanya panduan manajemen anti suap tapi ada proses audit untuk sertifikasi.

Apa yang dicover didalam ISO 37001?

Pendekatan ISO 37001 adalah berbasis risiko, analisa risiko memainkan peranan untuk diidentifikasi, dinilai dan dievaluasi.

Siapa saja yang dapat aplikasi ISO 37001?

Standar ini fleksibel dan dapat digunakan untuk semua tipe organisasi, baik skala besa atau kecil, sektor pemerintahan atau swasta dan organisasi non-profit.

Apakah ISO 37001? Sistem yang berdiri sendiri ?

Tidak, sistem ISO 37001 adalah sistem yang dapat berintegrasi dengan sistem manajemen organisasi eksisting. Karena struktur ISO 37001 mempunyai High Level Structure, sehingga kemampuan berintegrasi dapat dilakukan hanya beberapa persyaratan spesifik anti suap/korupsi yang terpisah.

Apa manfaat ISO 37001?

ISO 37001 memberikan panduan pencegahan terhadap anti suap dan korupsi, penjelasan bukti justifikasi bahwa organisasi tidak melakukan korupsi, Manfaat B2B , manfaat tender, manfaat pra kualifikasi.

Mengenal ISO/TS 16949: 2009, Automotive Management System

ISO/TS 16949 adalah seri ISO untuk automotive management system, kerangka dasar dari sistem ini tetap menggunakan ISO 9001 dengan pendekatan proses manufacturing dan spesifik terkait aspek otomotif.

01graphic05_1

ISO/TS 16949 menjadi syarat bagi manufacture OEM dalam penjaminan produk dari supplier seperti pabrikan Toyota, General Motor, Ford, Daimler-Chrysler, dan pabrikan lainnya.

Sejarah ISO/TS 16949 bermula dari persyaratan customer otomotif terhadap supplier-suppliernya untuk mendapatkan standar mutu produk yang disupplainya. Persyaratan ini digagas oleh IATF (International Automotive Task Force) dan didaftarkan untuk disahkan oleh ISO.

Manfaat implementasi  ISO/TS 16949 yaitu:

  • persyaratan customer otomotif
  • mutlak untuk  supplier tier 1
  • global standard yang diterima oleh pabrikan otomotif jepang, german, US, Europe

Spesifik persyaratan ISO/TS 16949 adalah :

  • pasal 4.2.3.1 Engineering Specification
  • pasal 5.1.1 Process Efficiency
  • pasal 5.5.2.1 Customer Representative
  • pasal 6.2.2.1 Product Design Skill
  • pasal 6.2.2.4 Employee Motivation and Empowerment
  • pasal 6.4.2 Cleanliness of premises
  • pasal 7.3.1.1 Multidisciplinary approach
  • pasal 7.3.6.2 Prototype program
  • pasal 7.4.1.3 Customer-Approved Source
  • pasal 7.4.3.2 Supplier Monitoring
  • pasal 7.5.1.5 Management of production tooling
  • pasal 7.6.3 Laboratory requirement
  • pasal 8.1.1 Identification of statistical tools
  • pasal 8.2.2.2/ 8.2.2.3 Manufacturing process audit/ product audit
  • pasal 8.2.4.2 Appearance items
  • pasal 8.5.2.2 Error proofing

Pasal spesifik ISO/TS 16949 menjadi tambahan di dalam syarat QMS ISO 9001.

Disaster Recovery Plan, Penanganan Darurat Layanan Informasi

Sistem berbasis keamanan informasi atau layanan servis manajemen seperti ISO 27001 dan ISO 20000 mensyaratkan adanya mekanisme Disaster Recovery Plan atau Rencana Penanganan Darurat. Istilah untuk ini berbeda-beda. ISO 20000 menyebut resolution plan, ada lagi sistem manajemen yang menyebut contingency plan, atau emergency response plan. Prinsipnya sama, yaitu bagaimana organisasi melakukan sebuah perencanaan terhadap keadaan darurat, dalam konteks ini adalah penanganan darurat layanan informasi.

Disaster recovery plan adalah upaya organisasi dalam melakukan rencana penanganan darurat terhadap layanan informasi. Berikut beberapa contoh rencana penanganan darurat:

Contingency Planning and Resilience mind map, types of plans

Organisasi harus membuat perencanaan, skema praktis dan simulasi terhadap darurat layanan informasi. Langkah utama disaster recovery plan yaitu melakukan backup, upaya pengendalian monitoring dan melakukanredundancy data.

 

Disaster Recovery Plan (DSP)  membawa rasa aman bagi pelanggan dan organisasi itu sendiri. Karena jaminan atas layanan informasi  di masa mendatang penuh dengan risiko, sehingga rencana penanganan darurat yang baik membawa nilai tambah terhadap pelanggan, termasuk di dalamnya membuat skenario-skenario penanganan darurat dan simulasi model discovery recovery plan. Model tersebut akan menjadi sebuah konsep manajemen keamanan layanan informasi.

 

Human Capabilities, Harmony People to People

Dalam ISO 9001: 2015 ataupun di dalam sistem manajemen, faktor manusia menjadi basis kesuksesan dan keterpurukan organisasi. Sekarang ini ada sebuah jargon “Mencari karyawan yang sesuai dengan keinginan perusahaan adalah susah”. Faktor pemborosan, human error, delay on delivery, proses produksi terhambat, dan sebagainya diakibatkan oleh proses rekrutmen karyawan yang salah dan tidak sesuai. Sehingga proses rekrutmen adalah gerbang dalam merekrut karyawan anda yang menentukan maju atau mundurnya organisasi.

 

Mencari orang yang benar-benar sesuai adalah mahal, tetapi hal tersebut worth it untuk masa depan organisasi, dan hal itu adalah pilhan. Ada juga organisasi yang melakukan metode rekrutmen karyawan dengan ongkos murah, tetapi organisasi tersebut melakukan upaya pengembangan karyawan (people develop) yang baik di organisasinya.

 

Keterbatasan karyawan Anda di dalam organisasi harus diperhatikan, dikembangkan dan dioptimasi. Hal ini bukan masalah HRD atau personalia saja, tetapi menyangkut perhatian setiap Manager atau Kepala Bagian.

Masalah human capabilities adalah perhatian bagi semua karyawan dari lini manager atau kepala bagian.