Tag: ISO 17020
Pentingnya Root Cause Analysis bagi Organisasi
Root Cause Analysis di dalam sebuah sistem manajemen merupakan persyaratan yang harus dilakukan oleh organisasi. Sebab masalah di organisasi selalu ada, dan itu merupakan manifestasi dari akar masalah yang muncul menjadi suatu masalah. Masalah di organisasi seringkali terlihat dan dapat dibuktikan dengan empiris, akan tetapi akar masalah menjadi sesuatu yang tidak tampak dan harus dilakukan investigasi mendalam.
Bagi organisasi yang budaya perbaikannya sudah berjalan dengan baik, mencari root cause analysis tidaklah sulit, karena hal tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan dan habit di masing-masing pekerja, sehingga setiap muncul suatu masalah otomatis root cause analysisnya dapat ditentukan. Bagi organisasi yang belum membudaya hal ini perlu dilakukan penekanan kepada masing-masing individu pekerja untuk budaya perbaikan.

Pentingnya root cause analysis adalah:
- Mendapatkan suatu akar masalah, sehingga tindakan pencegahan agar masalah tersebut tidak muncul kembali dapat diantisipasi.
- Mendapatkan perbaikan dan dapat dibandingkan dengan kondisi sebelum perbaikan.
- Menciptakan budaya ‘sedia payung sebelum hujan’, menilai suatu proses dari risiko dan dampaknya.
- Bermakna kompetensi untuk berlomba-lomba mencari ide perbaikan
- Menetapkan Re-Engineering proses dari sebuah proses yang tidak efektif.
Ada beberapa metode root cause analysis yang dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, seperti: 5 why analysis, fishbone diagram, 5W1H , QC 7 tools, 5S/5R, A3 report, QCC, mapping proses bisnis, dan lainnya. Semua metode dapat digunakan dan disesuaikan dengan kondisi organisasi.
Ukuran kesuksesan dari suatu perbaikan atas suatu masalah dapat dilihat apabila output perbaikan mencapai suatu target yang ditetapkan. Target dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif, intinya bagaimana suatu perbaikan dapat bernilai efektif, efisien, dan dapat dijadikan suatu standar dalam proses pekerjaan.
Melakukan root cause analysis pada awalnya menjadi sulit tetapi , tetapi apabila tidak dicoba akan menjadi tambah sulit. Yang terpenting adalah menggunakan logika berfikir pada analisa akar masalah, karena metode-metode root cause analysis yang anda pakai banyak menggunakan logika berfikir. Jam terbang menjadi sebuah catatan bila anda setiap kali ada masalah melakukan root cause analysis, anda mempunyai jam terbang tinggi dan handal dalam analisa suatu masalah.
Pengaruh Tulisan dalam Sistem Manajemen
“Tulis apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu tulis.” menjadi jargon ISO sejak sistem itu diterbitkan. Sistem Manajemen ISO mempunyai pandangan bahwa sistem manajemen haruslah ada bukti evidence dalam bentuk tertulis. Tulisan tersebut menjadi referensi di dalam pekerjaan aktivitas.
Kita mengenal bentuk tulisan yang menjadi referensi sistem manajemen seperti manual,SOP atau Prosedur, Instruksi Kerja, dan rekaman. Hal tersebut terdapat di dalam sistem manajemen pada tiap-tiap organisasi. Namun, apakah jargon “Tulis apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu tulis.” tetap relevan di dalam sistem manajemen saat ini?
Tulisan menjadi penting di dalam sistem manajemen. Tapi jika dilihat dari perkembangan sistem manajemen, saat ini tulisan tidak dibatasi pada bentuk dokumen tertulis . Sejauh informasi menjadi acuan di dalam pekerjaan, maka dapat disebut sebagai dokumen informasi.
Dokumen informasi tidak terbatas pada tulisan saja, juga dapat berupa gambar, grafik, rekaman video, maupun software aplikasi yang menjadi dokumen informasi untuk acuan kerja. Hal ini yang menjadikan sistem manajemen ISO menjadi lebih luwes dan melihat efektivitas documen informasi tersebut menjadi referensi kerja.
Sistem Manajemen ISO yang sudah mengadopsi persyaratan dokumen informasi, seperti ISO 27001:2013, 9001:2015, 14001:2015. Tahun-tahun mendatang trend sistem manajemen ISO akan mempersyaratkan dokumen informasi ke dalam persyaratan sistem.
Oleh karena keluwesan dokumen informasi, maka bagi informasi harus membuat batasan dokumen informasi apa saja yang dapat menjadi referensi kerja. Dengan batasan inilah menjadi dasar penerapan sistem manajemen serta pelaksanaan audit, baik audit internal dan audit eksternal.
3 Tipe Lembaga Inspeksi dan Ketidakberpihakan ISO 17020
Di dalam persyaratan ISO 17020 meminta menunjukkan tipe lembaga inspeksi Anda di dalam operasinya. Tipe lembaga inspeksi yang dimaksud adalah:
Tipe A
Tipe A adalah lembaga inspeksi yang berfungsi sebagai Pihak Ketiga dalam operasinya, yaitu pihak yang ditunjuk oleh client untuk melakukan kegiatan inspeksi kepada pihak keduanya. Persyaratan pada tipe A adalah :
a. Lembaga inspeksi harus independen dari pihak yang terlibat
b. Lembaga inspeksi tidak akan terlibat didalam kegiatan yang akan bertentangan dengan hukum dan integritas. Semisal lembaga inspeksi tersebut tidak terlibat didalam desain, pembelian, pengangkutan dan pemeliharaan terhadap barang yang akan diinspeksi.
c. Lembaga inspeksi tidak akan terkait dengan badan hukum yang menjadi manufaktur, desain, suatu objek yang akan diinspeksi
Tipe B
Tipe B adalah lembaga inspeksi yang berfungsi sebagai pihak kedua atau buyer atau vendor atau sub kontraktor yang melakukan inspeksi berinteraksi hanya dengan clientnya saja. Persyaratan lembaga inspeksi tipe B adalah :
a. Lembaga inspeksi hanya dipasok dari client yang menunjuk organisasi tersebut
b. Pemisahan yang jelas tanggung jawab dan metode pelaporan pada personil yang melakukan inspeksi tidak boleh sama dengan personil client.
c. Lembaga inspeksi dan personilnya tidak boleh terlibat didalam melakukan keputusan terhadap kegiatan inspeksinya.
Tipe C
Tipe C adalah lembaga inspeksi yang merupakan bagian dari organisasi induk dengan keputusan manajemen lembaga inspeksi tersebut bagian dari organisasinya yang berfungsi sebagai pihak yang independent. Persyaratan tipe C adalah :
a. Lembaga inspeksi harus membuat batasan wewenang dan tanggung jawab untuk personilnya dan personal organisasi induk.
b. Bila didalam kegiatan desain, manufacture personnel lembaga inspeksi tipe C tidak boleh melakukan kegiatan inspeksi dengan personil organisasi induknya.
c. Personil lembaga inspeksi tidak boleh melakukan kegiatan inspeksi yang bertujuan untuk menguntungkan organisasi induknya
Jelas persyaratan mutlak lembaga inspeksi ISO 17020 adalah ketidakberpihakan dalam melakukan inspeksi sehingga hasil yang diperoleh pun mendapatkan nilai objektif.
ISO 17020 (Sistem Manajemen Mutu Jasa Inspeksi)
SERTIFIKAT ISO MURAH – ISO 17020 adalah sistem manajemen mutu jasa inspeksi berstandar internasional. ISO 17020 merupakan standar sistem mutu yang spesifik untuk organisasi yang bergerak dalam jasa inspeksi dengan lebih menekankan pada aspek Technical Competency.
Implementasi standar internasional ISO 17020 bertujuan untuk mendapatkan pengakuan terkait dengan kompetensi untuk memberikan jasa inspeksi yang dilakukan secara independen, kompeten, akurat, tertelusur, sehingga jasa inspeksi yang diberikan memberikan jaminan akan mutu hasil pekerjaan yang dilakukan.
Sistem sertifikasi ISO 17020 menunjang adanya informasi teknis yang tertuang dalam sertifikat inspeksi untuk spesifikasi pekerjaan yang legal dan valid. Dengan demikian, pengakuan atas spesifikasi dapat dipertanggungjawabkan, baik secara ilmiah maupun hukum. Hal ini tentu akan menjadi salah satu penunjang perusahaan dalam mengembangkan pekerjaan.
Kompetensi yang diminta oleh standar ISO 17020, yakni mencakup:
- Metodologi inspeksi
- Kompetensi Personel
- Kualifikasi Peralatan
- Pelaporan dan lain-lain
Cakupan dari penerapan standar ISO 17020 berlaku untuk semua lembaga inspeksi dengan berbagai parameter inspeksi seperti:
- Mutu
- Kuantitas
- Keamanan
- Kelayakan
- Pemenuhan keamanan pabrik
- Sistem yang beroperasi
Manfaat yang diperoleh apabila perusahaan inspeksi menerapkan dan melakukan akreditasi ISO 17020, antara lain:
- Memperbaiki sistem jaminan mutu sehingga kehandalan jasa inspeksi dapat dipertangung-jawabkan.
- Memperbaiki proses bisnis, sehingga lebih fokus untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Mengatur proses kerja yang lebih terdokumentasi, sehingga dapat menjaga konsistensi proses.
- Tugas dan tangung jawab yang jelas dan terdokumentasi.
- Memperbaiki citra dan imej perusahaan.
- Memperluas marketshare sehingga dapat mendorong pertumbuhan perusahaan.
Menjadi suatu kebutuhan bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa inspeksi untuk mengembangkan sistem manajemen mutu. Selain tuntutan pelanggan, bahkan juga peraturan perudang-undangan, terutama bagi perusahaan inspeksi yang memiliki pelanggan di industri minyak dan gas bumi, juga kebutuhan internal untuk meningkatkan mutu dan kehandalan pelayanan. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar untuk melakukan transformasi proses bisnis, sehingga perusahaan jasa inspeksi mampu memenuhi standar ISO 17020.
