Author: Sertifikat Iso Murah

Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, dan standar lainnya.
 

Bekerja dengan Gembira

SERTIFIKAT ISO MURAH – Bila hidup selalu mengikuti target kerja, waktu akan terus tersita untuk pekerjaan. Bahkan tak jarang waktu untuk bersantai di rumah, justru terpakai untuk berkutat dengan pekerjaan yang belum selesai. Hal-hal seperti ini rentan mendatangkan stres.

Tapi ada cara ampuh mengusir stres. Meski kita bekerja lebih dari 12 jam, atau hari libur yang dipakai untuk bekerja. Salah satu caranya, yaitu bekerja dengan gembira. Bagaimana cara bekerja dengan gembira?

Sederhana. Bekerja dengan gembira adalah upaya seorang pekerja untuk tetap bisa produktif tanpa perlu terbebani pekerjaan. Nah, sebagai cara ampuh mengusir stres, berikut mekanisme bekerja dengan gembira:

Berhenti mengeluh

Pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan bila dikerjakan dengan gembira. Sebaliknya, pekerjaan seringan apa pun akan terasa berat jika dikerjakan dengan mengeluh. Jika Anda tak ingin stres, berhentilah mengeluh. Lakukan setiap pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Karena pekerjaan yang dilakukan dengan gembira dan sungguh-sungguh akan membikin hati dan pikiran tenang, serta ampuh mengusir stres.

Jangan jadikan pekerjaan sebagai beban

Pada hakikatnya, pekerjaan adalah kewajiban, bukan suatu beban. Kendati beban bagian dari kewajiban, lain hal dengan pekerjaan. Sebab ada hasil yang didapat ketika seorang bekerja, baik ilmu maupun honorarium.

Dengan tidak menjadikan pekerjaan sebagai beban, maka hilang satu hambatan produktivitas kerja. Selain itu, pekerjaan juga akan terasa lebih ringan. Tidak menambah pikiran, apalagi sampai stres.

Berkomunikasi dengan rekan kerja (bila ada)

Berkomunikasi sangat baik dalam memecahkan kebekuan pikiran. Jika mempunyai rekan kerja, luangkan waktu untuk berkomunikasi dengannya. Baik ketika sedang bekerja maupun jam istirahat makan siang. Bila Anda merasa ada pekerjaan yang terasa sulit, jangan ragu meminta bantuan darinya. Dan bila Anda bekerja sendiri, berkomunikasilah dengan diri dan pekerjaan Anda, dengan cara berusaha memahami pekerjaan itu kemudian mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

Tidak hanya akan mengusir stres, bahkan hal ini dapat membantu Anda dalam mengerjakan setiap pekerjaan.

Tetap berpikir positif

Percayalah bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki nilai positif. Bagaimanapun hasilnya, berpikir positif memacu diri untuk terus produktif bekerja tanpa terbebani pekerjaan yang telah diselesaikan. Bila ada kesalahan, segera perbaiki, tidak perlu sampai khawatir dan dipikirkan lama.

Cara ampuh mengusir stres ini tidak terlalu sulit dilakukan. Kalau bisa bekerja dengan gembira, mengapa harus bekerja hingga mengakibatkan stres?

Cara Memilih Konsultan ISO

SERTIFIKAT ISO MURAH – Ada banyak konsultan bisnis di Indonesia, termasuk konsultan ISO. Hanya letak permasalahannya, bagaimana cara perusahaan memilih konsultan ISO yang profesional dan handal?

ISO sebagai Standar Internasional membantu perusahaan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Oleh karena  itu, pentingnya sertifikasi ISO membutuhkan konsultan ISO yang berpengalaman.

Sebelum perusahaan atau organisasi Anda melakukan proses sertifikasi ISO, berikut cara memilih konsultan ISO:

  1. Menguasai bidang

Pastikan perusahaan terlebih dahulu mencari tahu profil konsultan ISO. Apakah konsultan itu pernah menjadi praktisi di bidang ISO, berpengetahuan bagus tentang ISO, atau konsultan yang memang benar-benar menguasai bidang tersebut. Jangan sampai perusahaan memilih konsultan yang, misal ia konsultan OHSAS, lantas membahas keaman pangan. Hal ini saja sudah bisa membuktikan konsultan tersebut tidak menguasai bidang. Memilih konsultan ISO yang menguasai bidang ISO adalah hal pertama yang perlu dipikikan dengan baik oleh perusahaan.

  1. Berpengalaman

Setelah perusahaan mencari tahu profil konsultan ISO, tentu perusahaan akan mengetahui apakah konsultan tersebut berpengalaman atau tidak. Banyak perusahaan yang sudah ditangani menjadi bukti kalau sang konsultan memang berpengalaman. Sebab bila perusahaan menemui hambatan ketika sedang menerapkan ISO, perusahaan hanya tinggal mengontak konsultan ISO untuk kemudian sama-sama menyelesaikan masalah.

Konsultan ISO yang berpengalaman, selain membantu perusahaan dalam mengimplementasikan sistem manajemen berstandar internasional, juga mendampingi sampai sertifikasi ISO selesai.

  1. Responsif dan tidak ambigu

Padatnya jadwal yang dimiliki konsultan kadang kala membuat perusahaan atau klien kesulitan untuk menghubungi si konsultan. Lambatnya membalas pesan atau telepon yang tak kunjung dijawab, membuat perusahaan jadi tidak sabar. Dalam hal ini, perusahaan harus memilih konsultan yang responsif dan tidak ambigu.

Yang dimaksud ambigu di sini yaitu, konsultan ISO memberikan arahan yang jelas, sehingga perusahaan lancar dalam melakukan proses sertifikasi. Arahan-arahan yang dimaksud pun jangan sampai membingungkan, tapi langsung tertuju ke sasaran yang ingin dicapai.

  1. Rekomendasi dari klien yang sudah memakai jasanya

Klien yang sudah memakai jasa konsultan ISO biasanya merekomendasikan konsultan ISO tersebut kepada rekan-rekan bisnisnya. Sangat penting untuk mengetahui profil konsultan ISO, apalagi direkomendasikan oleh klien yang sudah memakai jasa konsultan tersebut. Atau bisa juga melihat seberapa banyak dan perusahaan mana saja yang sudah memakai jasanya.

  1. Mempunyai legalitas yang jelas

Konsultan ISO yang mempunyai legalitas yang jelas sudah pasti mempunyai tenaga-tenaga konsultan yang profesional dan berpengalaman. Selain itu, sudah tentu dicari oleh banyak perusahaan. Konsultan ISO yang mempunyai legalitas yang jelas mengedepankan kualitas dan pengembangan, serta peningkatan pengetahuan tenaga konsultan.

 

Cara Menyampaikan Kritik dengan Baik kepada Rekan Kerja

SERTIFIKAT ISO MURAH – Dalam melakukan pekerjaan, kadang kita dihadapkan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Mulai dari salah mengerjakan, sampai ia yang mengganggu kita bekerja. Ingin menegur, tapi sungkan. Hal ini ternyata dapat menghambat produktivitas kerja kita.

Wajar memang, bila kita sekadar takut menyakiti perasaan rekan kerja, apalagi sudah seperti teman baik. Meski demikian, kita tidak bisa terus-menerus membiarkan rasa tidak enak itu. Rekan kerja yang salah dalam mengerjakan suatu hal, atau yang mengganggu kita bekerja, ia perlu dikritik.

Berikut cara menyampaikan kritik dengan baik kepada rekan kerja:

Sampaikan kritik di waktu yang tepat

Menyampaikan kritik ketika sedang bekerja memang tidak salah, hanya saja waktunya tidak tepat. Bahkan hal ini justru berdampak negatif terhadap psikologis rekan kerja Anda.

Jika Anda ingin menyampaikan kritik kepadanya, pilihlah waktu yang tepat. Jangan ketika Anda dan rekan kerja sama-sama sedang melakukan pekerjaan. Kritik bisa disampaikan ketika sedang santai, pulang kerja, atau ketika Anda dan rekan kerja sedang istirahat makan siang.

Bercermin diri

Sebelum menyampaikan kritik, cobalah bertanya kepada diri Anda. Apakah kritik yang akan Anda sampaikan dapat menjadikan rekan kerja lebih baik, atau justru malah menimbulkan pertengkaran di antara Anda dan rekan kerja. Atau kritik tersebut hanya karena Anda tidak suka melihat rekan kerja Anda berprestasi.

Gunakanlah kritik secara bijak. Jangan egois dengan kepentingan sendiri.

Memakai perumpamaan

Sebagian orang kadang merasa tidak diterima apabila mendapat kritik. Atau mungkin, cara kita menyampaikan kritik itu salah. Anda bisa memakai perumpamaan dalam menyampaikan kritik kepada rekan Anda. Bahkan perumpaamaan itu dapat dikemas menjadi sebuah cerita, sehingga kritik dapat disampaikan dengan lebih baik dan dapat dimengertii rekan kerja Anda.

Sikap bukan sifat

Ketika Anda sudah menyampaikan kritik terhadap apa yang dikerjakan, secara naluriah rekan kerja Anda akan mencoba memperbaiki sikapnya dengan lebih baik. Sikap tersebut tentu akan berpengaruh juga kepada sifat. Jadi dalam menyampaikan kritik, sebaiknya Anda mengkritik sikapnya, bukan sifat rekan kerja Anda.

Menempatkan kritik secara bijak

Kritik ditujukan kepada rekan kerja Anda, supaya ia dapat bekerja dengan lebih baik. Tapi Anda tidak perlu selalu menyampaikan kritik kepadanya, sekalipun saat ia selesai bekerja. Menempatkan kritik secara bijak adalah cara terbaik dalam menyampaikan kritik.

Sekiranya perlu, kritiklah rekan kerja Anda. Tapi ingat, kritik yang disampaikan dengan tidak baik dan tidak pada waktu yang tepat justru menimbulkan permasalahan lain, permasalahan yang sebetulnya tidak pantas dilakukan.

 

5 Cara Karyawan Baru Berkomunikasi dengan Pimpinan

SERTIFIKAT ISO MURAH – Kemajuan sebuah bisnis dapat dicermati dari bagaimana komunikasi pimpinan dengan karyawan. Komunikasi yang baik antara pimpinan dengan karyawan sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Masalah yang sering timbul pada karyawan baru adalah komunikasi yang kurang berjalan lancar. Hal ini dapat menyebabkan proses kerja perusahaan terhambat.

Cara karyawan baru berkomunikasi dengan pimpinan.

Cara berkomunikasi yang baik dan efektif bagi karyawan baru menentukan pola pemikiran pimpinan. Beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda berkomunikasi dengan pimpinan, ketika Anda baru saja menjadi karyawannya:

Bersiap dengan pekerjaan

Sebelum Anda datang ke tempat kerja, bersiaplah dengan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan Anda. Siapkan ATK atau alat-alat yang akan mendukung kerja Anda. Pimpinan tentu akan sangat senang bila Anda melakukan pekerjaan dengan baik.

Ingat, efektivitas dalam bekerja sangat menguntungkan dalam dunia bisnis. Selain itu penting untuk mengetahui bagaimana sikap pimpinan terhadap Anda selaku karyawan baru.

Bersikap santai namun serius

Sedikit kekakuan dalam berkomunikasi antara pimpinan dengan karyawan baru wajar terjadi. Presure yang lebih besar berada pada pundak karyawan baru. Rasa takut berbuat kesalahan akan mempengaruhi komunikasi dengan pimpinan. Jangan sampai kekakuan dalam berkomunikasi menyebabkan penurunan kinerja Anda.

Bagi seorang karyawan yang pertama atau masih baru, cobalah berkomunikasi dengan santai dahulu, supaya bisa dekat baik dengan rekan sesama karyawan maupun terhadap pimpinan. Tapi juga tidak lantas Anda dapat terus-menerus bersikap santai. Ada saat dimana Anda bicara dan bekerja secara serius. Santai tidak sama dengan serius, keseriusan Anda wajib dilakukan saat sedang bekerja.

Konsistensi komunikasi

Komunikasi secara intens memberikan banyak informasi untuk karyawan baru. Komunikasi secara intens juga bisa membuat hubungan Anda dengan pimpinan semakin lancar. Komunikasi yang hangat akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi dengan pimpinan.

Menyadari posisi pimpinan

Seiring lamanya Anda bekerja, Anda harus menyadari posisi pimpinan. Sangat buruk jika Anda memposisikan pimpinan sama dengan Anda. Beberapa waktu di luar pekerjaan, Anda bisa menganggap pimpinan adalah teman Anda. Tapi Anda perlu menyadari benar-benar, jika ia adalah pimpinan Anda saat sedang di tempat kerja. Jika tidak memposisikan pimpinan dengan bijak, berarti Anda perlu mengevaluasi kinerja Anda sebagai karyawan baru. Apakah Anda masih ingin bekerja, atau tidak dapat bekerja secara profesional.

Jujurlah terhadap pimpinan

Sikap jujur mendukung kelancaran komunikasi dengan pemimpin. Meskipun terkadang sikap jujur akan membuat pimpinan sakit hati, namun akan lebih membuatnya respek terhadap Anda.

Memang kadang diperlukan waktu untuk membuat pimpinan peduli. Salah satu caranya yaitu dengan mengatakan jujur dan apa adanya.

Semoga dengan tips di atas bisa membuat komunikasi Anda dengan pimpinan semakin baik. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Peran Karyawan dalam Keberlansungan Bisnis Perusahaan

SERTIFIKAT ISO MURAH – Keberlangsungan bisnis perusahaan tidak lepas dari peran karyawan-karyawannya. Dalam hal ini, bukan berarti perusahaan mengeksploitasi kaum pekerja. Bahkan peran pimpinan perusahaan dalam menentukan kebijakan dan pemegang kendali perusahaan sangat penting. Oleh karena itu, sejauh mana perusahaan dapat bertahan dan mengeksiskan diri, bukan hanya ditentukan oleh pimpinan perusahaan. Sebetulnya semua itu berkenaan dengan peran karyawan.

Lalu apa saja peran karyawan dalam keberlangsungan bisnis perusahaan? Berikut lima peran karyawan yang perlu Anda ketahui:

  1. Menjaga stabilitas pekerjaan

Penurunan dan peningkatan produktivitas kerja adalah fase yang pasti ada dan akan terus terjadi. Sudah seharusnya, baik pimpinan perusahaan maupun karyawan, atau siapa pun memahami hal ini. Bahwa peran karyawan bukan hanya bekerja saja, tapi juga menjaga stabilitas pekerjaan.

Menjaga stabilitas pekerjaan adalah tantangan. Pekerjaan yang terus bertambah dan waktu istirahat yang tidak digunakan dengan bijak adalah salah duanya. Jadi sekeras bagaimana usaha seorang karyawan dalam melewati tantangan-tantangan yang ada, peran menjaga stabilitas pekerjaan inilah yang perlu Anda pahami demi keberlangsungan bisnis perusahaan.

  1. Meningkatkan kualitas kerja lewat potensi masing-masing karyawan

Setiap karyawan mempunyai potensi yang berbeda. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan kualitas kerja, apalagi bila perbedaan potensi di masing-masing karyawan ini sanggup dioptimalkan. Bukan hanya dapat meningkatkan kualitas kerja, meningkatkan daya saing perusahaan pun secara otomatis terbantu oleh salah satu peran karyawan ini.

  1. Inovatif dan mempunyai kreativitas yang tinggi

Gagasan-gagasan untuk melebarkan sayap perusahaan kadang menemukan jalan buntu. Dibutuhkan inovasi dan kreativitas yang tinggi dari seluruh karyawan, terutama pimpinan yang mempunyai kendali atas otoritas perusahaan, untuk keluar dari jalan buntu dan mempertahankan keberlangsungan organisasi.

Bila karyawan tidak inovatif dan tidak mempunyai kreativitas yang tinggi, tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan pasti lebih memilih mempekerjakan karyawan yang inovatif dan kreatif serta mau bekerja keras, daripada karyawan dengan gelar tinggi tapi hanya ingin bekerja yang ‘enak-enak’ saja.

  1. Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern maupun ekstern

Komunikasi dengan pihak intern maupun ekstern juga penting dilakukan karyawan. Selain demi keberlangsungan perusahaan, hal ini juga memudahkan dalam memperluas relasi karyawan itu sendiri. Meskipun tidak bisa dilalukan secara intens, komunikasi itu cukup dilakukan dengan baik tanpa melibatkan kepentingan tertentu. Sebab peran karyawan dalam menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern maupun ekstern akan berpengaruh terhadap nama baik perusahaan.

  1. Menjaga nama baik perusahaan

Dari keempat peran karyawan di atas, yang terakhir yang perlu dilakukan adalah menjaga nama baik perusahaan. Bagaimana pun kondisi perusahaan, bagaimana pun cara kerja perusahaan atau sikap dengan rekan sesama karyawan, sebaiknya setiap karyawan menyembunyikan hal ini, terutama terhadap orang-orang di luar organisasi. Peran karyawan yang satu ini memang terkesan impresif. Tapi masing-masing perusahaan mempunyai kebijakan, dan kebijakan itulah yang menciptakan peran-peran karyawan, yang penting dalam keberlangsungan bisnis perusahaan.