Tag: murah
Pentingnya Root Cause Analysis bagi Organisasi
Root Cause Analysis di dalam sebuah sistem manajemen merupakan persyaratan yang harus dilakukan oleh organisasi. Sebab masalah di organisasi selalu ada, dan itu merupakan manifestasi dari akar masalah yang muncul menjadi suatu masalah. Masalah di organisasi seringkali terlihat dan dapat dibuktikan dengan empiris, akan tetapi akar masalah menjadi sesuatu yang tidak tampak dan harus dilakukan investigasi mendalam.
Bagi organisasi yang budaya perbaikannya sudah berjalan dengan baik, mencari root cause analysis tidaklah sulit, karena hal tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan dan habit di masing-masing pekerja, sehingga setiap muncul suatu masalah otomatis root cause analysisnya dapat ditentukan. Bagi organisasi yang belum membudaya hal ini perlu dilakukan penekanan kepada masing-masing individu pekerja untuk budaya perbaikan.

Pentingnya root cause analysis adalah:
- Mendapatkan suatu akar masalah, sehingga tindakan pencegahan agar masalah tersebut tidak muncul kembali dapat diantisipasi.
- Mendapatkan perbaikan dan dapat dibandingkan dengan kondisi sebelum perbaikan.
- Menciptakan budaya ‘sedia payung sebelum hujan’, menilai suatu proses dari risiko dan dampaknya.
- Bermakna kompetensi untuk berlomba-lomba mencari ide perbaikan
- Menetapkan Re-Engineering proses dari sebuah proses yang tidak efektif.
Ada beberapa metode root cause analysis yang dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, seperti: 5 why analysis, fishbone diagram, 5W1H , QC 7 tools, 5S/5R, A3 report, QCC, mapping proses bisnis, dan lainnya. Semua metode dapat digunakan dan disesuaikan dengan kondisi organisasi.
Ukuran kesuksesan dari suatu perbaikan atas suatu masalah dapat dilihat apabila output perbaikan mencapai suatu target yang ditetapkan. Target dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif, intinya bagaimana suatu perbaikan dapat bernilai efektif, efisien, dan dapat dijadikan suatu standar dalam proses pekerjaan.
Melakukan root cause analysis pada awalnya menjadi sulit tetapi , tetapi apabila tidak dicoba akan menjadi tambah sulit. Yang terpenting adalah menggunakan logika berfikir pada analisa akar masalah, karena metode-metode root cause analysis yang anda pakai banyak menggunakan logika berfikir. Jam terbang menjadi sebuah catatan bila anda setiap kali ada masalah melakukan root cause analysis, anda mempunyai jam terbang tinggi dan handal dalam analisa suatu masalah.
Integration Pest Management (IPM), Improvement Mengelola Hama
Pest Management adalah bagaimana mengelola hama yang mengganggu kerja di organisasi. Hama sendiri adalah jenis hewan atau tanaman yang dapat merusak atau menggangu manusia yang dapat menyebabkan suatu kerusakan, wabah atau penyakit. Hama secara alami merupakan bagian dari kehidupan manusia dimanapun berada, tetapi apabila sudah masuk dalam ranah mengganggu maka harus dikendalikan.
Organisasi dalam mengendalikan gangguan hama acap kali tidak melakukan upaya identifikasi jenis hama dan efeknya, akan tetapi kebanyakan langsung melakukan upaya pemusnahan hama yang mengganggu operasi di tempat kerja. Tikus, Kecoa, lalat, tanaman berbau, dan lainnya dimusnahkan dengan langsung menggunakan pestisida atau bahan kimia untuk memusnahkan hama tersebut tanpa melihat penilaian risiko dari hama itu.
IPM dimaksudkan untuk mengelola pengendalian hama secara komprehensif di organisasi, sehingga lebih efektif dalam mengendalikan hama dan risiko terhadap dampak yang akan terjadi. Semisal apakah selalu penggunaan bahan kimia dapat mengendalikan hama yang muncul?bagaimana dengan efeknya? bagaimana dengan jenis hewan atau tumbuhan alami disekitarnya apakah mereka tidak terganggu? . Jelas upaya identifikasi risiko harus dilakukan untuk mengendalikannya.

Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan :
Identifikasi masalah hama :
Melakukan upaya terhadap jenis hama apa yang harus dikendalikan, bagaimana efek terhadap manusia,dan tempat kerja, apakah ada jenis tumbuhan atau hewan lain jika hama pengganggu tersebut dimusnahkan?
Personal In Charge dalam langkah identifikasi ini haruslah dbuat secara tim dengan sudut pandang dan knowledge yang berbeda, sehingga inputan-inputan terkait identifikasi ini dalat dilakukan secara komprehensif.
Risk Assessment:
Melakukan upaya untuk menilai risiko dari dampak hama tersebut dan bagaimana memilih jenis pengendalian terhadap hama itu. Bila dampak dari risiko hama tersebut adalah signifikan maka pengendalian dapat dilakukan dengan upaya menggunakan metode kimia, fisik, atau biologi. Aplikasi terkait metode tersebut juga diukur jangan sampai ada sesuatu dampak balik atau efek dari bahan atau metode tersebut.
Monitoring Pengendalian Hama:
Monitoring pengendalian hama tidak saja memastikan keefektifan metode pengendalian hama yang sudah dipilih, tetapi sampai bagaimana memastikan tidak ada efek baru atau efek samping dari aplikasi metode pengendalian hama. Efek tersebut dapat berupa :
- mematikan flora atau jenis hewan atau tumbuhan alami
- menyebabkan penyakit pada manusia
- menyebabkan efek pencemaran lingkungan
- Resistensi pada jenis hama tersebut.
- Dampak sosial pada komunitas atau lingkungan kerja organisasi
- dan lainnya
Pengendalian yang komprehensif juga dapat menggunakan alih teknologi yang tepat guna dalam mengendalikan suatu hama. Tentu saja kearifan didalam menggunakan metode aplikasi harus dipertimbangkan.
MENGENAL PRODUK BERMUTU DAN KEPUASAN PELANGGAN
SERTIFIKAT ISO MURAH – Maraknya isu akan produk makanan dan minuman yang tak layak dikonsumsi menjadi viral begitu muncul di media sosial maupun media online. Semua orang tentu akan berkomentar, hal ini juga membuat ketakutan besar di kalangan masyarakat khususnya pelanggan produk tersebut.
Seperti beberapa hari lalu, misalnya, tersebar video tentang produk makanan yang dibakar dan nyala api seperti lilin. Dalam video itu tampak beberapa anggota polisi tak percaya dengan temuannya. Suara-suara sumbang menyatakan bahwa produk makanan itu berbahaya, tidak layak dikonsumsi, juga ada yang menyatakan bahwa produk tersebut harus segera ditarik dari peredaran. Lantas, apakah produk yang dinyatakan demikian dapat juga dinyatakan sebagai produk tidak bermutu?
Sebuah produk merupakan hasil dari suatu proses. Dihasilkannya sebuah produk tidak terlepas dari interaksi banyak proses yang melibatkan pelanggan, karyawan, manajemen, investor, bahkan pemerintah dan masyarakat sebagai pemangku kepentingan (stakeholder). Produk bermutu seharusnya merupakan produk dari organisasi yang memiliki sistem manajemen yang baik pula.
Setiap organisasi atau perusahaan wajib bertanggungjawab terhadap mutu produk mereka. Organisasi atau perusahaan yang bermutu haruslah fokus untuk mencapai kepuasan pelanggan, dengan menetapkan persyaratan pelanggan dan memastikan telah memenuhi persyaratan pelanggan.
Lantas pelanggan yang mana? Pelanggan yang pintar tentu ingin terus meningkatkan pemahamannya terhadap kualitas suatu produk, serta memastikan bahwa produk tersebut aman dan layak dikonsumsi. Nah, apakah produk makanan yang viral di media sosial itu memenuhi persyaratan pelanggan?
Agus Susanto G, Wakil Pimpinan PT. Nissin Biscuit Indonesia mengklarifikasi soal produk yang diduga dicampur dengan bahan kandungan lilin. “Hal tersebut tidak benar,” tulisnya lewat surat resmi perusahaan yang juga jadi viral di media sosial.
Sementara itu, Krishna Dwi Lesmana mengunggah beberapa foto mengapa produk makanan tersebut bisa menyala. “Namanya makanan terbuat dari gandum, terigu, gula, lemak yang memiliki senyawa Hidrokarbon (lemak, minyak, lilin, gelatin) dan karbohidrat (gula, tepung, nasi, gandum, kentang), ya jelaslah mudah terbakar. Namanya makanan adalah sumber kalori atau bahan bakar yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi,” tulisnya lewat status publik di salah satu media sosial.
Selain memenuhi persyaratan pelanggan, produk bermutu juga harus terbebas dari permasalahan pemenuhan peraturan-perundangan. Dari kecurigaan produk makanan di atas, masyarakat seharusnya berusaha mencari informasi lain. Ada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) yang bertugas memeriksa kualitas produk makanan, sebelum produk itu dipasarkan, sistem manajemen mutu ISO 9001, sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan SNI serta proses audit yang ketat.
Sebuah upaya yang baik telah dilakukan oleh sebagian perusahaan dalam mengidentifikasi siapa pelanggannya dan bagaimana cara memenuhi persyaratan pelanggannya. Semoga penjelasan yang singkat ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai mutu suatu produk.
Sertifikasi ISO 27001
ISO 27001 adalah standar Internasional untuk sistem manajemen kemanan informasi, atau lebih sering disebut dengan Information Security Management Systems (ISMS). Menerapkan standar ISO 27001 membantu organisasi atau perusahaan Anda mengelola keamanan asset, seperti informasi keuangan, kekayaan intelektual, rincian karyawan atau informasi yang dipercayakan kepada Anda oleh pihak ketiga.
Bagaimana cara mendapatkan sertifikasi ISO 27001?
Ketegasan
Senior manajemen dibutuhkan di balik tujuan untuk tercapainya sertifikasi ISO 27001. Di situ terdapat nilai dalam berkomunikasi secara internal, untuk melaksanakan praktek terbaik di suatu perusahaan.
Apa yang dibutuhkan?
Ringkasan dan pengarahan positif kepada senior manajemen untuk menggambarkan manfaat dan bagaimana menyediakan jaringan untuk perkembangan bisnis
Perwakilan Manajemen ISO
Perusahaan menunjuk seorang manajer yang bertanggung jawab dan berpengetahuan untuk menjalankan program dan penerapannya. Beliau yang akan menjadi spesalis ISO 27001 di perusahaan. Mengetahui kontrol dan tonggak yang diperlukan menuju akreditasi dan sertifikasi ISO 27001.
Apa yang dibutuhkan?
Pemilihan individu dengan baik dan benar, dengan persyaratan pekerjaan yang spesifik dan pengetahuan terhadap ISO dan ISMS.
GAP Analysis dan pengendalian risiko
Penilaian resiko atau disebut GAP Analysis itu dilakukan untuk menemukan kesalahan yang dapat terjadi dan bagaimana mencegah ancaman yang membahayakan, serta integritas dan ketersediaan informasi. Hal ini bertujuan untuk memahami kematangan kontrol yang ada dalam bisnis dan untuk menentukan risiko bahaya.
Apa yang dibutuhkan?
GAP analysis diikuti oleh penilaian risiko dari semua ruang lingkup. Proses dan teknologi yang dilakukan oleh auditor yang berkualitas.
Perencanaan
Hasil peninjauan dari gap analysis memungkinkan bisnis untuk memvalidasi lingkungan pelaksanaan, dan fungsional/batas operasional. Untuk setiap risiko yang teridentifikasi, kontrol yang tepat yaitu mengelola risiko secara sistematis, untuk memastikan bahwa tidak ada hal penting yang terlewatkan.
Apa yang dibutuhkan?
Sebuah langkah demi langkah dan panduan singkat untuk menjelaskan proses ISO 27001 secara detail.
Pengenalan karyawan
Satu hal penting untuk terlibat sejak awal dengan karyawan, untuk memastikan mereka menyetujui sertifikasi ISO 27001, memproses dan merespons dengan tepat. Juga untuk membantu mereka untuk memahami manfaat untuk individu, perusahaan dan klien.
Apa yang dibutuhkan?
Pemahaman dan pengenalan ISO 27001 yang singkat dan mudah dipahami yang berfokus pada bagaimana karyawan yang terkait dan peran mereka dalam keberhasilan pelaksanaan.
Dokumentasi
Sertifikasi ISO 27001 membutuhkan dokumentasi yang relevan untuk menangani halangan besar dan kontrol individual. Hal ini membentuk kriteria perusahaan yang diukur untuk memenuhi standar ISO.
Apa yang dibutuhkan?
Kumpulan kebijakan, standar dan prosedur untuk memastikan bisnis yang mengikuti semua persyaratan dalam cara yang efisien dan dapat dicapai.
Warna Baru pada ISO 9001
Revisi terbaru dari ISO 9001 membawa kebenaran terkini dalam menanggapi perubahan besar dalam teknologi, keragaman bisnis dan perdagangan global, menjanjikan untuk menjadi yang paling efektif, sistem manajemen mutu yang user-friendly dan relevan.
ISO 9001 baru saja diperbarui!
Dalam dunia manajemen mutu global, ini merupakan kejadian yang menarik dan berita penting selama lebih dari satu juta organisasi yang bersertifikat ISO 9001 di seluruh dunia, dan untuk jutaan lebih orang yang menggunakan standard ISO terkenal yaitu Quality Management System (QMS) yang biasa memfasilitasi perdagangan. Revisi ISO 9001 terakhir yaitu pada 2015, memberikan “warna baru” pada manajemen mutu, menjaganya agar tetap relevan dan membawa serta menghubungkannya ke dunia yang terhubung saat ini.
Sejak diperkenalkan pada tahun 1987, sampai saat ini ISO 9001 telah direvisi sebanyak empat kali, dan versi baru – ISO 9001: 2015 – adalah revisi besar pertama sejak tahun 2000. Sudah tiga tahun dalam pembuatan dan merupakan karya dari ratusan ahli dari industri dan perdagangan, standards stakeholder (yaitu konsultan, pengguna, laboratorium pengujian, lembaga sertifikasi, dll), akademisi dan badan penelitian, pemerintah, LSM, mewakili 81 anggota badan ISO di seluruh dunia, serta ribuan peserta di cerminan komite nasional yang mengkaji dan mengomentari draft standard selama perkembangannya. Hasil dari proses evolusi ini menghadirkan standard ISO terlaris dan kuat sampai ke abad ke-21.
Organisasi yang disertifikasi mempunyai waktu selama tiga tahun setelah publikasi ISO 9001: 2015 pada bulan September, untuk menyelaraskan sistem manajemen mutu mereka ke standard edisi baru. Meskipun dengan harapan bahwa mereka tidak akan menunggu untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan signifikan dalam versi terbaru.
Mengapa berubah?
Banyak pengguna ISO 9001 senang dalam bentuk yang sekarang, mungkin bertanya “jika tidak rusak, mengapa memperbaikinya?” Tapi revisi terbaru ini merupakan respon terhadap perubahan besar dalam teknologi, keragaman bisnis dan perdagangan global dalam 15 tahun sejak ISO 9001: 2000.
ISO 9001: 2015 mengakui peningkatan keunggulan sektor jasa dan kebutuhan untuk manajemen mutu. Hal ini juga menggambarkan penyelarasan dan integrasi sistem manajemen mutu yang lebih besar dengan bisnis dan arah organisasi yang strategis, dan membuatnya lebih mudah untuk mengadopsi beberapa standard manajemen bisnis ISO seperti ISO 14001 dan sistem manajemen mutu tertentu.
Alan Daniels dari Boeing, yang mewakili International Aerospace Quality Group pada subkomite revisi 9001, menyoroti perubahan model bisnis, rantai pasokan yang lebih kompleks, dan peningkatan harapan pelanggan sebagai alasan menarik lebih lanjut untuk mengadaptasi standard dunia yang terus berubah. Ia percaya ISO 9001 harus meningkatkan kemampuan organisasi untuk memuaskan pelanggan, sementara juga menggambarkan lingkungan yang semakin kompleks di mana mereka beroperasi. Hal ini juga harus mengakui kebutuhan semua pihak yang berkepentingan dan menyelaraskan dengan sistem manajemen lainnya – maka sebutan untuk revisi luas dan rinci.


