Tag: Training ISO
3 Langkah Jitu Menyelesaikan Masalah
Salah satu klausul dalam ISO 9001 versi baru atau ISO 9001: 2015 menyebutkan tentang Konteks Organisasi. Klausul ini sungguh luar biasa. Organisasi menjadi lebih peduli terhadap sumber daya dan setiap masalah yang muncul. Namun tahukah Anda, bahwa menyelesaikan masalah tidak semudah menandatangani suatu dokumen?
Menyelesaikan masalah memang tidak semudah menandatangani suatu dokumen, sekalipun dokumen itu benar-benar telah kita pelajari. Tak jarang juga sebagian organisasi menyelesaikan masalah yang kerap berulang, atau masalah yang itu-itu saja. Padahal apabila organisasi mengidentifikasi isu-isu yang benar-benar mendasar, yang menyebabkan satu masalah terjadi, organisasi akan memperoleh keuntungan sebagai berikut:
Dapat menghemat tenaga dan sumber daya yang digunakan untuk menyelesaikan semua masalah di permukaan dengan membereskan akar masalahnya.
Menciptakan perbaikan yang sustainable di organisasi.
Setelah isu yang benar-benar mendasar diidentifikasi, selanjutnya yaitu penyelesaian masalah. Berikut 3 langkah jitu menyelesaikan masalah:
1) Fokuslah pada isu negatif yang menjadi akar masalah
Hanya dengan menghilangkan gejala (simptom), kadang-kadang organisasi sudah merasa menyelesaikan masalah, sementara akar masalahnya malah tidak tersentuh. Kemudian masalah yang sama pun muncul dan muncul lagi. Jika organisasi memiliki masalah terhadap kualitas produk, maka tidak cukup hanya dengan mengeceknya saja. Cobalah menganalisa mengapa masalah itu terjadi, terus gali hingga inti (akar masalah) penyebab masalah kualitas produk berhasil ditemukan.
2) Eliminasi semua akar permasalahan
Jika suatu problem terjadi karena disebabkan oleh beberapa masalah, pastikan semua akar permasalahan dieliminasi. Kalau kita hanya menghilangkan satu akar masalah saja—dari suatu permasalahan yang memiliki penyebab ganda—jangan harap problem tersebut dapat Anda singkirkan. Akar-akar masalah yang lain justru kembali ‘membuat masalah’, bahkan memodifikasi masalah menjadi bentuk baru yang dapat diidentifikasi sebagai problem yang berbeda. Dalam aktivitas root cause analysis, kita harus mengidentifikasi semua akar masalah dan mengembangkan rencana. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menghilangkan semua akar permasalahan, serta untuk memastikan masalah yang sama tidak akan pernah muncul lagi.
3) Selalu lakukan audit (cek ulang secara berkala)
Jika sebuah permasalahan sudah dianggap terjawab dan terselesaikan, organisasi sangat disarankan untuk melakukan assessment atas resolusi secara periodik, serta memastikan bahwa permasalahan telah benar-benar diselesaikan dengan baik. Evaluasi hasil—yang dilakukan setelah program pemecahan masalah selesai—juga sebaiknya dilakukan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui segala hal yang telah dilakukan dengan baik akan mendatangkan efektivitas. Dengan melakukan aksi problem-solving secara cermat, organisasi akan dapat meningkatkan profitabilitas secara konsisten dan menciptakan lebih banyak output dengan sumber daya yang lebih sedikit. Problem-solving sangat penting dilakukan secara efektif, setiap waktu!
Program HSE Sangat Penting bagi Perusahaan
Setiap aktivitas kerja pasti memiliki risiko dan dampak, terutama pekerjaan yang bergerak di bidang industri minyak dan gas, serta mining. Pekerjaan yang bergerak di ketiga bidang itu memiliki risiko tinggi (high risk) karena relatif lebih mudah menyebabkan kecelakaan, ledakan, kebakaran, bahaya pencemaran lingkungan, serta dapat menyebabkan setiap karyawan terserang penyakit. Sementara itu, tingkat kecelakaan kerja di Indonesia tergolong tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja perlu diupayakan untuk melindungi aset human capital dan menunjang keunggulan kompetitif bangsa.
Kecelakaan terjadi tidak direncanakan dan tidak disengaja, setiap orang juga tidak menginginkan hal itu terjadi. Mengingat dampak dari kecelakaan ini dapat merusak aset perusahaan, menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, bahkan dapat merenggut nyawa seseorang, maka program HSE sangat penting bagi perusahaan.
Penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan karena beberapa hal. Misal kondisi yang tidak aman di sekitar lingkungan kerja, tindakan karyawan yang tidak menjunjung tinggi keamanan, serta lemahnya sistem manajemen K3 dan tidak adanya program HSE di perusahaan.
Dalam penerapan OHSAS 18001: 2007, Klausul 4.3.3 Tujuan dan Program menyebut bahwa organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara tujuan dan sasaran K3 yang terdokumentasi. Untuk menghindari kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan, maka perusahaan harus memiliki program HSE.
Program HSE dibuat untuk melindungi karyawan dan aset perusahaan supaya dapat terhindar dari bahaya kecelakaan serta penyakit akibat kerja. Selain itu, program HSE juga menciptakan suasana kerja yang mendukung—bersih dan aman—sehingga karyawan merasa nyaman dan diharapkan dapat bekerja dengan lebih produktif.
“HSE Officer merupakan bagian yang bertanggung jawab atas program HSE (kesehatan dan keselamatan kerja karyawan) di perusahaan”
Dalam pelaksanaannya, tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah perusahaan harus mengeluarkan biaya (budget) cukup besar untuk menerapkan program HSE. Kendati biaya yang dikeluarkan cukup besar, manfaat dari program tersebut dapat memangkas biaya yang dikeluarkan bilamana terjadi kecelakaan. Berikut biaya penerapan program HSE untuk menghindari kerugian yang terjadi akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada sebuah perusahaan:
Selain soal biaya, ada yang tak kalah penting dalam pelaksanaan Program HSE, yaitu peran manajemen puncak (top management). Komitmen manajemen puncak (top management) untuk melaksanakan program HSE menentukan target dan sasaran program, apakah program tersebut terlaksana atau hanya sebuah wacana.
MENGENAL PRODUK BERMUTU DAN KEPUASAN PELANGGAN
SERTIFIKAT ISO MURAH – Maraknya isu akan produk makanan dan minuman yang tak layak dikonsumsi menjadi viral begitu muncul di media sosial maupun media online. Semua orang tentu akan berkomentar, hal ini juga membuat ketakutan besar di kalangan masyarakat khususnya pelanggan produk tersebut.
Seperti beberapa hari lalu, misalnya, tersebar video tentang produk makanan yang dibakar dan nyala api seperti lilin. Dalam video itu tampak beberapa anggota polisi tak percaya dengan temuannya. Suara-suara sumbang menyatakan bahwa produk makanan itu berbahaya, tidak layak dikonsumsi, juga ada yang menyatakan bahwa produk tersebut harus segera ditarik dari peredaran. Lantas, apakah produk yang dinyatakan demikian dapat juga dinyatakan sebagai produk tidak bermutu?
Sebuah produk merupakan hasil dari suatu proses. Dihasilkannya sebuah produk tidak terlepas dari interaksi banyak proses yang melibatkan pelanggan, karyawan, manajemen, investor, bahkan pemerintah dan masyarakat sebagai pemangku kepentingan (stakeholder). Produk bermutu seharusnya merupakan produk dari organisasi yang memiliki sistem manajemen yang baik pula.
Setiap organisasi atau perusahaan wajib bertanggungjawab terhadap mutu produk mereka. Organisasi atau perusahaan yang bermutu haruslah fokus untuk mencapai kepuasan pelanggan, dengan menetapkan persyaratan pelanggan dan memastikan telah memenuhi persyaratan pelanggan.
Lantas pelanggan yang mana? Pelanggan yang pintar tentu ingin terus meningkatkan pemahamannya terhadap kualitas suatu produk, serta memastikan bahwa produk tersebut aman dan layak dikonsumsi. Nah, apakah produk makanan yang viral di media sosial itu memenuhi persyaratan pelanggan?
Agus Susanto G, Wakil Pimpinan PT. Nissin Biscuit Indonesia mengklarifikasi soal produk yang diduga dicampur dengan bahan kandungan lilin. “Hal tersebut tidak benar,” tulisnya lewat surat resmi perusahaan yang juga jadi viral di media sosial.
Sementara itu, Krishna Dwi Lesmana mengunggah beberapa foto mengapa produk makanan tersebut bisa menyala. “Namanya makanan terbuat dari gandum, terigu, gula, lemak yang memiliki senyawa Hidrokarbon (lemak, minyak, lilin, gelatin) dan karbohidrat (gula, tepung, nasi, gandum, kentang), ya jelaslah mudah terbakar. Namanya makanan adalah sumber kalori atau bahan bakar yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi,” tulisnya lewat status publik di salah satu media sosial.
Selain memenuhi persyaratan pelanggan, produk bermutu juga harus terbebas dari permasalahan pemenuhan peraturan-perundangan. Dari kecurigaan produk makanan di atas, masyarakat seharusnya berusaha mencari informasi lain. Ada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) yang bertugas memeriksa kualitas produk makanan, sebelum produk itu dipasarkan, sistem manajemen mutu ISO 9001, sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan SNI serta proses audit yang ketat.
Sebuah upaya yang baik telah dilakukan oleh sebagian perusahaan dalam mengidentifikasi siapa pelanggannya dan bagaimana cara memenuhi persyaratan pelanggannya. Semoga penjelasan yang singkat ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai mutu suatu produk.
Penerapan SMK3: Kewajiban atau Kebutuhan?
Apakah SMK3 itu penting? Apakah karyawan wajib mengetahui SMK3? Apakah penerapan SMK3, kewajiban atau kebutuhan?
Penerapan SMK3 acapkali jadi perdebatan sebagian orang. Di satu sisi orang mengatakan bahwa penerapan SMK3 adalah satu kewajiban, namun di sisi lain justru hal tersebut menjadi satu kebutuhan. Manakah yang benar?
Kewajiban dapat diartikan yaitu suatu yang kita kerjakan atau laksanakan untuk memenuhi keinginan atau hak orang lain, sedangkan kebutuhan adalah suatu yang kita kerjakan untuk memenuhi keinginan atau hak atas diri sendiri.
Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (SMK3) Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 menyebutkan, bahwa tujuan penerapan SMK3 adalah dalam rangka:
- Meningkatkan efektivitas perlindungan K3 dengan cara: terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi.
- Untuk mencegah kecelakaan kerja dan mengurangi penyakit akibat kerja dengan melibatkan: manajemen dan tenaga kerja (pekerja dan serikat pekerja).
Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, perusahaan berkewajiban menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Perusahaan yang dimaksud yaitu perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang pekerja dan mempunyai tingkat bahaya tinggi. Oleh karena itu, perusahaan diwajibkan menyusun rencana penerapan SMK3.
Selain menjadi peraturan pemerintah, tak jarang klien meminta perusahaan yang menjadi rekanannya untuk menerapkan SMK3. Penerapan SMK3 juga sering menjadi persyatan untuk tender, perusahaan berkewajiban menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Jadi, apakah perusahaan menerapkan SMK3 sebatas karena adanya peraturan pemerintah dan persyaratan tender saja?
Di balik upaya menaati peraturan pemerintah dan untuk memenuhi persyaratan tender, SMK3 sudah seharusnya menjadi kebutuhan perusahaan. Sebab perusahaan membutuhkan pengakuan, kebutuhan kesehatan dan kebutuhan keselamatan.
Kebutuhan Pengakuan
Setiap perusahaan membutuhkan pengakuan, terutama image positif dari pihak lain untuk menjalankan dan mempertahankan bisnisnya.
Kebutuhan Kesehatan
Kebutuhan kesehatan yang dimaksud yaitu bagaimana perusahaan tersebut dapat bersaing dan mendatangkan keuntungan sesuai yang diharapkan. Salah satu cara yaitu dengan menerapkan SMK3.
Kebutuhan Keselamatan
Perusahaan membutuhkan keselamatan supaya aset-aset perusahaan terlindungi dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan perusahaan.
Hal-hal di atas menunjukkan, bahwa penerapan SMK3 di suatu perusahaan bukan lagi sekedar kewajiban, tapi menjadi suatu kebutuhan. Dapatkan sertifikat dan training SMK3 bersama Kami!
Manfaat ISO
SERTIFIKAT ISO MURAH – ISO sebagai Standar Internasional membawa teknologi, ekonomi dan manfaat sosial. Selain itu, manfaat ISO yaitu untuk membantu menyelaraskan spesifikasi teknis dari produk dan jasa, membuat industri lebih efisien, dan mencegah hambatan perdagangan internasional. ISO membantu meyakinkan konsumen bahwa produk yang aman, efisien dan baik untuk lingkungan.
ISO telah mengembangkan standard bahan dalam menggambarkan manfaat ekonomi dan sosial. Hal itu dimaksudkan untuk diketahui oleh para pengambil keputusan dan pemangku kepentingan, sebagai contoh konkret dari nilai standar.
ISO sebagai Standar Internasional adalah pedoman dan alat strategis untuk membantu perusahaan mengatasi beberapa tantangan yang paling menuntut dari bisnis modern. Memastikan bahwa operasi bisnis sampai se-efisien mungkin, meningkatkan produktivitas dan membantu perusahaan mengakses pasar baru. Manfaat ISO tentu tidak hanya dirasakan oleh perusahaan saja, tapi juga klien dan pelanggan.
Manfaat ISO bagi perusahaan meliputi:
Penghematan biaya. Membantu mengoptimalkan operasi, sehingga meningkatkan bottom line baik saat produksi maupun pemasaran.
Meningkatkan kepuasan pelanggan. Membantu meningkatkan kualitas barang, meningkatkan kepuasan pelanggan serta meningkatkan penjualan.
Membuka akses ke pasar baru. Membantu mencegah hambatan perdagangan dan membuka pasar global.
Peningkatan pangsa pasar. Membantu meningkatkan produktivitas perusahaan dan keunggulan secara kompetitif.
Manfaat lingkungan. Membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Perusahaan sebagai pelaku bisnis juga mendapatkan keuntungan dari mengambil bagian dalam proses pembangunan standar.
Mengapa perusahaan turut terlibat dalam pengembangan standar?
Salah satu kekuatan dari standar ISO adalah bahwa ISO dibuat oleh orang-orang yang membutuhkannya. Ahli industri mendorong semua aspek dari proses pengembangan standar, dari memutuskan apakah standar baru diperlukan untuk mendefinisikan semua konten secara teknis. Terlibat dalam proses ini dapat membawa keuntungan yang signifikan bagi perusahaan Anda, misalnya dengan:
- Memberikan akses awal untuk informasi yang bisa membentuk pasar di masa depan
- Memberikan perusahaan Anda suara dalam pengembangan standar
- Membantu menjaga akses pasar terbuka.
Terlibat dalam pengembangan standar membawa keprihatinan dan kebutuhan untuk menanggung pada sebuah proses yang akan mempengaruhi perusahaan Anda di masa depan. SERTIFIKASI ISO SEKARANG!



