Tag: Sistem Manajemen Mutu

 

Cara Menyampaikan Kritik dengan Baik kepada Rekan Kerja

SERTIFIKAT ISO MURAH – Dalam melakukan pekerjaan, kadang kita dihadapkan dengan rekan kerja yang menyebalkan. Mulai dari salah mengerjakan, sampai ia yang mengganggu kita bekerja. Ingin menegur, tapi sungkan. Hal ini ternyata dapat menghambat produktivitas kerja kita.

Wajar memang, bila kita sekadar takut menyakiti perasaan rekan kerja, apalagi sudah seperti teman baik. Meski demikian, kita tidak bisa terus-menerus membiarkan rasa tidak enak itu. Rekan kerja yang salah dalam mengerjakan suatu hal, atau yang mengganggu kita bekerja, ia perlu dikritik.

Berikut cara menyampaikan kritik dengan baik kepada rekan kerja:

Sampaikan kritik di waktu yang tepat

Menyampaikan kritik ketika sedang bekerja memang tidak salah, hanya saja waktunya tidak tepat. Bahkan hal ini justru berdampak negatif terhadap psikologis rekan kerja Anda.

Jika Anda ingin menyampaikan kritik kepadanya, pilihlah waktu yang tepat. Jangan ketika Anda dan rekan kerja sama-sama sedang melakukan pekerjaan. Kritik bisa disampaikan ketika sedang santai, pulang kerja, atau ketika Anda dan rekan kerja sedang istirahat makan siang.

Bercermin diri

Sebelum menyampaikan kritik, cobalah bertanya kepada diri Anda. Apakah kritik yang akan Anda sampaikan dapat menjadikan rekan kerja lebih baik, atau justru malah menimbulkan pertengkaran di antara Anda dan rekan kerja. Atau kritik tersebut hanya karena Anda tidak suka melihat rekan kerja Anda berprestasi.

Gunakanlah kritik secara bijak. Jangan egois dengan kepentingan sendiri.

Memakai perumpamaan

Sebagian orang kadang merasa tidak diterima apabila mendapat kritik. Atau mungkin, cara kita menyampaikan kritik itu salah. Anda bisa memakai perumpamaan dalam menyampaikan kritik kepada rekan Anda. Bahkan perumpaamaan itu dapat dikemas menjadi sebuah cerita, sehingga kritik dapat disampaikan dengan lebih baik dan dapat dimengertii rekan kerja Anda.

Sikap bukan sifat

Ketika Anda sudah menyampaikan kritik terhadap apa yang dikerjakan, secara naluriah rekan kerja Anda akan mencoba memperbaiki sikapnya dengan lebih baik. Sikap tersebut tentu akan berpengaruh juga kepada sifat. Jadi dalam menyampaikan kritik, sebaiknya Anda mengkritik sikapnya, bukan sifat rekan kerja Anda.

Menempatkan kritik secara bijak

Kritik ditujukan kepada rekan kerja Anda, supaya ia dapat bekerja dengan lebih baik. Tapi Anda tidak perlu selalu menyampaikan kritik kepadanya, sekalipun saat ia selesai bekerja. Menempatkan kritik secara bijak adalah cara terbaik dalam menyampaikan kritik.

Sekiranya perlu, kritiklah rekan kerja Anda. Tapi ingat, kritik yang disampaikan dengan tidak baik dan tidak pada waktu yang tepat justru menimbulkan permasalahan lain, permasalahan yang sebetulnya tidak pantas dilakukan.

 

5 Cara Karyawan Baru Berkomunikasi dengan Pimpinan

SERTIFIKAT ISO MURAH – Kemajuan sebuah bisnis dapat dicermati dari bagaimana komunikasi pimpinan dengan karyawan. Komunikasi yang baik antara pimpinan dengan karyawan sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Masalah yang sering timbul pada karyawan baru adalah komunikasi yang kurang berjalan lancar. Hal ini dapat menyebabkan proses kerja perusahaan terhambat.

Cara karyawan baru berkomunikasi dengan pimpinan.

Cara berkomunikasi yang baik dan efektif bagi karyawan baru menentukan pola pemikiran pimpinan. Beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda berkomunikasi dengan pimpinan, ketika Anda baru saja menjadi karyawannya:

Bersiap dengan pekerjaan

Sebelum Anda datang ke tempat kerja, bersiaplah dengan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan Anda. Siapkan ATK atau alat-alat yang akan mendukung kerja Anda. Pimpinan tentu akan sangat senang bila Anda melakukan pekerjaan dengan baik.

Ingat, efektivitas dalam bekerja sangat menguntungkan dalam dunia bisnis. Selain itu penting untuk mengetahui bagaimana sikap pimpinan terhadap Anda selaku karyawan baru.

Bersikap santai namun serius

Sedikit kekakuan dalam berkomunikasi antara pimpinan dengan karyawan baru wajar terjadi. Presure yang lebih besar berada pada pundak karyawan baru. Rasa takut berbuat kesalahan akan mempengaruhi komunikasi dengan pimpinan. Jangan sampai kekakuan dalam berkomunikasi menyebabkan penurunan kinerja Anda.

Bagi seorang karyawan yang pertama atau masih baru, cobalah berkomunikasi dengan santai dahulu, supaya bisa dekat baik dengan rekan sesama karyawan maupun terhadap pimpinan. Tapi juga tidak lantas Anda dapat terus-menerus bersikap santai. Ada saat dimana Anda bicara dan bekerja secara serius. Santai tidak sama dengan serius, keseriusan Anda wajib dilakukan saat sedang bekerja.

Konsistensi komunikasi

Komunikasi secara intens memberikan banyak informasi untuk karyawan baru. Komunikasi secara intens juga bisa membuat hubungan Anda dengan pimpinan semakin lancar. Komunikasi yang hangat akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi dengan pimpinan.

Menyadari posisi pimpinan

Seiring lamanya Anda bekerja, Anda harus menyadari posisi pimpinan. Sangat buruk jika Anda memposisikan pimpinan sama dengan Anda. Beberapa waktu di luar pekerjaan, Anda bisa menganggap pimpinan adalah teman Anda. Tapi Anda perlu menyadari benar-benar, jika ia adalah pimpinan Anda saat sedang di tempat kerja. Jika tidak memposisikan pimpinan dengan bijak, berarti Anda perlu mengevaluasi kinerja Anda sebagai karyawan baru. Apakah Anda masih ingin bekerja, atau tidak dapat bekerja secara profesional.

Jujurlah terhadap pimpinan

Sikap jujur mendukung kelancaran komunikasi dengan pemimpin. Meskipun terkadang sikap jujur akan membuat pimpinan sakit hati, namun akan lebih membuatnya respek terhadap Anda.

Memang kadang diperlukan waktu untuk membuat pimpinan peduli. Salah satu caranya yaitu dengan mengatakan jujur dan apa adanya.

Semoga dengan tips di atas bisa membuat komunikasi Anda dengan pimpinan semakin baik. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Profesionalisme dalam Bekerja

SERTIFIKAT ISO MURAH – Persaingan yang ketat di dalam dunia kerja membuat setiap individu diharuskan bersikap profesional. Hanya individu dengan pemahaman yang kuat serta memiliki profesionalisme yang akan memenangkan persaingan di dalam dunia kerja.

Sebetulnya meski tanpa persaingan, dunia kerja itu sendiri menuntut seseorang bersikap profesional. Bahkan perusahaan berani bayar mahal untuk orang-orang yang profesional dalam bekerja. Semakin hari dunia semakin mengakui bahwa profesionalisme dapat meningkatkan kualitas seorang pekerja. Apa pun profesinya, sikap profesional seorang pekerja menjadi hal yang utama; setelah bekerja dengan sungguh-sungguh.

Pada hakikatnya seorang yang profesional memiliki tiga ciri, antara lain:

  1. Pekerjaan yang dilakukan seorang yang profesional itu semata-mata sebagai entitas diri demi profesi yang dijalani.
  2. Seorang yang profesional melakukan pekerjaannya dengan memperhatikan segala aspek, baik teknis maupun non-teknis.
  3. Mengacu pada sebuah kode etik yang ada dan sikap dalam memperbaiki kesalahan.

Yang dimaksud profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarkat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan profesionalisme:

  • Pengetahuan (Knowledge)
  • Kemampuan (Ability)
  • Keterampilan (Skill)
  • Sikap (Attitude)
  • Kebiasaan (Habit)

Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Seseorang yang memiliki profesionalisme dalam bekerja senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Seseorang yang memiliki profesionalisme dalam bekerja akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya, baik terhadap pekerjaan maupun lingkungan kerja.

Pentingnya profesionalisme dalam bekerja mengharuskan seseorang untuk mengubah pola pikir ke arah yang lebih baik, bahkan terus lebih baik. Tanpa profesionalisme sebuah institusi, sebuah organisasi, sebuah perusahaan tidak akan bertahan lama, karena profesionalisme inilah yang menghidupkan segala aktivitas di perusahaan.

Menjalin Kerjasama yang Baik dengan Customer

SERTIFIKAT ISO MURAH – Relasi yang baik antarpribadi menjadi kunci utama dalam menjalin dan melakukan kerjasama bisnis. Apalagi bila kerjasama yang dilakukan masih terbilang baru dan untuk pertama kalinya. Dengan membangun hubungan yang baik, sekalipun dengan calon customer, tentu kita akan mendapatkan beberapa manfaat, misal membuka peluang bisnis dengan relasi dari customer. Namun ada yang lebih penting, yaitu kepercayaan customer.

Sebagaimana membuat orang lain percaya, hal ini tidak mudah dilakukan. Begitu juga mendapatkan kepercayaan dari pelanggan. Ingat, pelanggan bukan hanya sebagai target bisnis. Menjalin kerjasama dan hubungan yang baik dengan pelanggan, ini jauh lebih penting. Bukankah menjalin pertemanan lebih sulit daripada melihat peluang bisnis?

Oleh karena itu, ada baiknya kita perlu menjalin kerjasama yang baik dengan customer. Bagaimana caranya, berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan terhadap customer Anda:

Kenali customer sampai detail

Dalam melakukan kerjasama, sudah seharusnya Anda mencari tahu informasi tentang customer Anda. Carilah informasi sampai detail, jangan sampai ada yang terlewat, sebab hal ini akan membantu Anda dalam merekatkan hubungan dengan customer. Misal bagaimana sikapnya, apa yang membikin customer terhibur, hobinya, atau hal-hal yang disukai. Hingga hubungan antarpersonal tidak terlalu kaku, namun kerjasama bisnis pun tetap berlanjut dan memiliki tujuan yang jelas.

Jadikan customer tidak hanya sebagai rekan bisnis, tapi juga teman.

Setelah mengenali customer sampai detail, hal kedua yang dilakukan adalah menjadikannya tidak hanya sebagai rekan bisnis, tapi juga teman. Mengapa harus berteman?

Dunia bisnis menuntut orang-orang yang ada di dalamnya untuk mempertahankan dan memperluas relasi. Menjadikan customer sebagai teman merupakan salah satu cara yang efektif untuk melakukan hal tersebut.

Maintenance bussiness relationship

Hubungan bisnis yang telah dijalin harus dipertahankan, bagaimanapun caranya. Menjaga supaya hubungan bisnis tetap berlangsung bisa dilakukan dengan cara melakukan rapat di luar kantor sambil mentraktir customer makan siang. Ini penting, sebab tidak semua orang melakukannya.

Berikan pelayanan terbaik

Jika ketiga hal di atas sudah sanggup Anda lakukan, maka usaha yang berkelanjutan adalah terus memberikan pelayanan terbaik kepada customer. Banyak macamnya, misal menawarkan kemudahan terhadap customer dalam melakukan kerjasama yang lain.

Banyak cara menjalin kerasama yang baik dengan customer. Empat poin di atas paling tidak mewakili cara-cara yang mungkin sukar dimengerti. Atau Anda ingin menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001? Segera hubungi kami. (klik di sini!)

Dubai Accreditation Department (DAC)

SERTIFIKAT ISO MURAH – The Dubai Accreditation Department (DAC), atau Departemen Akreditasi Dubai adalah penerus dari Accreditation and Metrology Section (AMS) di Dubai Central Laboratory Department (DCLD) atau Departemen Pusat Laboratorium Dubai. Kegiatan akreditasi dipisahkan pada bulan Februari 2002. Dari semua kegiatan penilaian kesesuaian menurut DCLD, menjamin ketidakberpihakan dan independensi keputusan akreditasi ditujukan untuk memenuhi persyaratan internasional yang relevan—untuk mencapai status pengakuan internasional dalam pelayanannya.

Pada bulan Mei 2005 ada keputusan organisasi resmi no. 52 tahun 2005 dari HH Sheikh Hamdan Bin Rashid AlMaktoum, untuk mendirikan Dubai Accreditation Central (DAC) atau Pusat Akreditasi Dubai dalam Pemerintah Dubai, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pemerintah Dubai.

Sesuai penataan ulang dari Kota Dubai pada tahun 2008, DAC mendapat status upgrade dari departemen pemerintah Dubai.

Akreditasi adalah pengesahan pihak ketiga yang berhubungan dengan badan akreditasi nasional dalam menyampaikan kompetensi demonstrasi formal untuk melaksanakan tugas-tugas penilaian kesesuaian tertentu. Tugas-tugas tertentu tersebut dapat mencakup, namun tidak terbatas pada pengujian, kalibrasi, inspeksi dan sertifikasi.

Kebanyakan negara-negara perdagangan telah menetapkan sistem akreditasi pengujian, kalibrasi, inspeksi dan sertifikasi sarana teknis kompeten dan dapat diandalkan. Badan akreditasi biasanya milik pemerintah atau disahkan pemerintah dan beroperasi bebas dari pengaruh komersial.

Sesuai Peraturan No. 2 tahun 2010 yang dikeluarkan oleh Dewan Eksekutif Dubai, akreditasi di Emirates of Dubai mewajibkan di bidang Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan Kerja. Oleh karena itu lembaga penilaian kesesuaian yang bekerja di bidang yang disebutkan di atas diwajibkan oleh peraturan yang akan terakreditasi.

Karena akreditasi semakin diakui oleh regulator di seluruh dunia, sebagai bukti kompetensi untuk melakukan pengujian atau inspeksi atau sertifikasi untuk tujuan wajib organisasi/perusahaan.