Tag: ISO 45001

 

MANAJEMEN RISIKO YANG EFEKTIF

Ketika pandemi, bencana alam, dan kejahatan dunia maya terus berdampak pada dunia kita, yang pasti adalah tidak ada yang pasti. Oleh karena itu, menjadi gesit dan siap menghadapi segala jenis gangguan merupakan aktivitas bisnis yang penting. Standar unggulan ISO untuk manajemen risiko, ISO 31000, adalah standar “pergi ke” dunia untuk mendukung ini, dan buku pegangan baru baru saja diterbitkan untuk membantu pengguna mengoptimalkan nilainya sepenuhnya.

ISO 31000:2018 – Manajemen risiko – Panduan praktis, membantu organisasi tentang cara mengintegrasikan kerangka pengambilan keputusan yang efektif ke dalam tata kelola, kepemimpinan, dan budaya mereka melalui penggunaan ISO 31000 secara optimal.

Risiko dapat mencakup segala sesuatu yang menghasilkan ketidakpastian terkait dengan tujuan organisasi atau menciptakan penyimpangan dari yang diharapkan. Ini melibatkan tidak hanya ancaman terhadap kekuatan atau kelangsungan hidup organisasi, tetapi juga peluang yang akan diperoleh. Reputasi, perubahan politik dan dampak perubahan iklim adalah contoh dari apa yang perlu dipertimbangkan ketika mengelola risiko secara efektif.

Standar itu sendiri menjelaskan konsep dan prinsip dasar manajemen risiko, sambil menjelaskan kerangka kerja dan proses garis besar untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko. Panduan baru ini, bagaimanapun, membawa semuanya satu langkah lebih jauh. Ini memberikan informasi dan konteks yang diperluas ke klausul dalam ISO 31000, termasuk panduan dalam mengembangkan rencana untuk mengintegrasikan risiko ke dalam pengaturan organisasi yang ada, berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, memantau dan meninjau rencana manajemen risiko, dan banyak lagi.

Untuk sertifikasi ISO silakan langsung menghubungi kami. Isi laman permintaan proposal penawaran (klik di sini).

Standard Operating Procedure (SOP) Pada Proses ISO

SERTIFIKAT ISO MURAH – Standard Operating Procedure (SOP) merupakan penjelasan secara lengkap tentang proses kerja yang berlangsung secara rutin. Penerapan SOP membantu perusahaan menjaga proses dan mengontrol kualitas proses agar perusahaan berjalan stabil.  Hampir semua badan usaha atau lembaga di Indonesia memiliki SOP masing – masing, mulai dari badan keuangan, lembaga pendidikan seperti sekolah dan tempat les serta PT dan CV. Jika dalam instansi yang berhubungan dengan pemerintah, SOP berfungsi  untuk memudahkan pegawai bekerja sesuai dengan tugas, kewajiban dan tanggung jawab masing – masing. Pentingnya SOP dalam proses ISO membuat perusahaan membuat  SOP sebaik mungkin. Berikut akan dibuat daftar untuk fungsi, tujuan dan manfaat adanya Standard Operating Procedure (SOP).

Fungsi SOP

Sebagai landasan bisa terjadi masalah – masalah atau penyimpangan dalam perusahaan 

Memberikan pengarahan kepada pegawai untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan efektif

Melacak hambatan yang terjadi dan menjabarkan masing – masing dengan jelas.

Sebagai pedoman pelaksanaan

Memperlancar segala tugas yang dilakukan pegawai sebagai salah satu pentingnya SOP dalam proses ISO.

Tujuan SOP

Menjaga konsistensi masing – masing jabatan yang berperan dalam perusahaan.

Mengidentifikasi adanya kegagalan, penyalahgunaan dan efektivitas dari masing – masing program kerja.

Menjabarkan tanggung jawab dan hak apa saja yang dilakukan oleh setiap karyawan.

Mempermudah pemberian tugas kepada karyawan.

Menjaga agar tidak terjadi kesalahan administrasi.

Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dalam bekerja.

Memberikan gambaran yang jelas tentang dokumen penting yang dimiliki perusahaan.

Menghindari hal – hal yang menghambat efektivitas proses kerja.

Mempermudah mengontrol kerja setiap divisi.

Membantu karyawan untuk memahami sistem perusahaan dengan lebih mudah.

Menghemat waktu untuk melakukan training karena SOP memberikan gambaran secara sistematis.

Manfaat SOP

Memaksimalkan fungsi masing – masing area dalam proses kerja.

Melindungi pegawai dari tuntutan hukum yang mungkin terjadi karena penyimpangan yang terjadi.

Memberikan data kualifikasi yang dibutuhkan untuk suatu posisi agar mendapatkan pegawai yang sesuai.

Menjamin konsistensi pelayanan yang dilakukan perusahaan baik dari segi prosedur, waktu maupun mutu.

Meningkatkan kemampuan pegawai dengan cara memberikan informasi yang dibutuhkan untuk peningkatan kinerja dan potensi.

Menghindari tercampurnya tugas pada bagian pelaksana.

Memberikan gambaran apa saja yang harus dijalankan oleh seorang pegawai.

Meningkatkan efisiensi kerja dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

Membantu memberikan data yang penting untuk menyusun standar dan kinerja pelayanan.

Untuk sertifikasi ISO silakan langsung menghubungi kami. Isi laman permintaan proposal penawaran (klik di sini).

Kalibrasi dan Standar Internasional

SERTIFIKAT ISO MURAH – Kalibrasi dan  Standar Internasional, Pada dasarnya hampir semua metode pengukuran dapat dilakukan oleh setiap orang. Dalam dunia perdagangan, berbagai macam peraturan dan aktivitas ekonomi seperti jual beli banyak bergantung pada hasil timbangan dan ukuran. Seorang pilot pesawat terbang harus mengamati dengan cermat ketinggian pesawat, arah, penggunaan bahan bakar dan kecepatan. Pengawas obat-obatan dan makanan mengukur kandungan bakteri dan zat beracun. Para geogolog mengukur kekuatan gelombang kejut ketika terjadi gempa bumi.

Kepercayaan pada kebenaran pengukuran semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jaringan kerjasama, adanya satuan ukuran yang dipakai bersama dan juga prosedur pengukuran yang dipakai secara umum, serta pengakuan, akreditasi dan uji banding atas standar satuan ukuran dan laboratorium-laboratorium di berbagai negara.

Dalam memberikan hasil pengukuran, ketersediaan alat ukur dan kemampuan menggunakannya merupakan hal yang sangat esensial Selain itu, agar suatu hasil pengukuran dapat dipercaya kebenarannya maka ketelusurannya harus terjamin. Untuk menjamin ketertelusuran maka alat ukur dan bahan ukur yang digunakan harus dikalibrasi. Proses kalibrasi dapat menentukan nilai-nilai yang berkaitan dengan kinerja suatu alat ukur atau bahan acuan. Hal ini dicapai dengan pembandingan langsung terhadap suatu standar ukur atau bahan acuan bersertifikat.

Kalibrasi didefinisikan dalam ISO/IEC Guide 99:2007Kosakata internasional metrologi – Konsep dasar dan umum dan istilah terkait. Mengacu pada penjelasan yang ada kalibrasi dapat disimpulkan sebagai suatu proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar/tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan instrument lainnya. Keluaran dari kalibrasi adalah sertifikat kablirasi. Selain sertifikat, biasanya juga ada label atau stiker yang disematkan pada alat ukur yang sudah dikalibrasi. Hasil pengukuran yang tidak konsisten menjadi tidak valid dan tidak dapat digunakan. Pada dunia industri misalnya, hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kualitas produk dan dapat membahayakan kesan perusahaan di mata konsumen.

Alasan yang sangat mendasar bahwa suatu alat ukur perlu dikalibrasi diantaranya:

  • Memastikan bahwa penunjukkan alat tersebut sesuai dengan hasil pengukuran yang valid;
  • Menentukan akurasi penunjukkan alat;
  • Mengetahui keadaan alat, yaitu bahwa alat tersebut dapat dipercayai.

Kalibrasi alat ukur memiliki dua tujuan utama yaitu untuk memeriksa keakuratan instrumen dan menentukan ketertelusuran pengukuran. Dalam prakteknya, kalibrasi juga mencakup perbaikan perangkat jika berada di luar kalibrasi. Sebuah laporan diberikan oleh ahli kalibrasi, yang menunjukkan kesalahan pengukuran dengan alat ukur sebelum dan sesudah kalibrasi. Maka, kalibrasi sangat penting untuk keakuratan suatu instrument.

Untuk mendapatkan sertifikat, kalibrasi pada umumnya dilakukan pada laboratorium kalibrasi dan dilakukan oleh tenaga ahli di bidangnya. Kalibrasi yang dilakukan di laboratorium kalibrasi yang telah menerapkan dan mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025 Persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi  akan memberi nilai lebih pada sertifikat kalibrasi yang didapat. Hal ini karena pelaksanaan kalibrasi berarti telah sesuai dengan standar internasional yang berlaku.

Selain kalibrasi proses pengukuran juga erat kaitannya dengan besaran dan satuan ukur. Ada berbagai macam jenis besaran ukur, misalnya massa dengan alat ukur timbangan, suhu dengan alat ukur termometer, waktu diukur dengan stopwatch dan lain sebagainya. Ukuran satuan setiap jenis besaran ukur didefinisikan dalam Sistem Satuan Internasional (SI). Unit-unit SI ini merupakan acuan pokok yang menjadi patokan bagi seluruh dunia. Sistem ini mendefinisikan seberapa lama sebenarnya yang dikatakan 1 detik, apa yang menjadi patokan massa 1 kg, dan seterusnya.

Unit-unit SI tersebut telah didefinisikan ulang pada tahun 2019 ini, dan mulai berlaku pada bulan Mei lalu. Revisi yang ada akan mendukung banyak pengukuran di masa depan, khususnya untuk berbagai metode pengukuran modern yang muncul pada penelitian, seperti pengukuran menggunakan fenomena kuantum.

Penjelasan mengenai standar unit pengukuran internasional tersebut ada di Brosur SI, yang diterbitkan oleh Biro Internasional des Poids et Mesures (BIPM). Brosur ini menjelaskan Sistem Satuan Internasional dan merupakan alat penting bagi komunitas ilmiah.

Untuk sertifikasi ISO silakan langsung menghubungi kami. Isi laman permintaan proposal penawaran (klik di sini).

Isu Internal dan Eksternal Serta Tuntutan dan Harapan Pihak Terkait

SERTIFIKAT ISO MURAH – Dalam mereview penerapan ISO 9001/ISO 14001/ISO 45001, terdapat beberapa perusahaan yang kurang tepat dalam memahami persyaratan Isu Internal & Eksternal (pasal 4.1) serta Tuntutan dan Harapan Pihak Terkait (pasal 4.2).

Identifikasi Isu Internal & Eksternal (pasal 4.1) serta Tuntutan dan Harapan Pihak Terkait (pasal 4.2) masuk dalam konteks perusahaan (organization) bukan dalam konteks departemen. Perusahaan melakukan evaluasi secara organization sebelum mengembangkan SMM (ISO 9001), SML (ISO 14001) dan SMK3 (ISO 45001). Yang di maksud dari persyaratan ini adalah sama seperti perusahaan melakukan SWOT Analysis sebelum membuat bisnis plan, hanya saja SWOT analisisnya terkait dengan SMM (ISO 9001), SML (ISO 14001) dan SMK3 (ISO 45001).

Walaupun sebenarnya tidak ada persyaratan tertulis untuk perusahaan melakukan review secara regular, tapi kita harus memahami bahwa akan selalu ada perubahan. Kondisi Isu Internal & Eksternal (pasal 4.1) serta Tuntutan dan Harapan Pihak Terkait (pasal 4.2) pasti akan berubah, jadi Perusahaan perlu melakukan review persyaratan ini secara berkala.

Pasal 4 merupakan masukan untuk pasal 6 (Perencanaan). Lebih spesifik lagi disebutkan dalam pasal 6.1. (Action to address risk and opportunities) bahwa perusahaan harus melakukan analisa risiko dan peluang terkait dengan pasal 4.1 dan 4.2.

Perusahaan harus melakukan analisa risiko dan peluang terhadap Isu Internal & Eksternal (pasal 4.1) serta Tuntutan dan Harapan Pihak Terkait (pasal 4.2). Kondisi internal ini memiliki risiko negatif “perusahaan akan kalah bersaing” atau pelanggan bisa beralih ke kompetitor yang bisa memberikan harga lebih murah karena memiliki infrastruktur yang lebih produktif. Berdasarkan hasil analisa ini, kemudian Perusahaan bisa membuat program kerja untuk melakukan peremajaan infrastruktur.

Isu eksternal ini memiliki risiko negatif bagi perusahaan, “perusahaan akan kesulitan melakukan import”. Namun disisi lain isu eksternal ini akan menjadi peluang bagi industri lokal untuk meningkatkan penjualannya. Berdasarkan hasil analisa, kemudian perusahaan membuat program untuk mengatasi risiko negatif atau menangkap peluang sebagai dampak dari adanya isu eksternal.

Hasil identifikasi Tuntutan dan Harapan pihak terkait (pasal 4.2). Harapan dari masyarakat (pihak terkait) memiliki risiko negative “merusak hubungan atau pengaduan dari masyarakat baik melalui jalur resmi atau jalur media sosial”. Atas dasar hasil identifikasi, perusahan kemudian membuat program kerja untuk memenuhi tuntutan dan harapan pihak terkait.

Untuk sertifikasi ISO silakan langsung menghubungi kami. Isi laman permintaan proposal penawaran (klik di sini).

Wakil Manajemen pada ISO 45001

SERTIFIKAT ISO MURAH – Salah satu potensi perubahan utama pada ISO 45001:2018 dibanding OHSAS 18001 adalah tentang peran perwakilan manajemen / management representative. Pada standar OHSAS 18001, manajemen puncak akan menunjuk seorang wakil manajemen yang akan mengurus banyak tugas sehari-hari dari Sistem Manajemen K3, namun ini mengalami perubahan dalam ISO 45001:2018. Jadi, apa saja perubahan tersebut, dan bagaimana hal ini mempengaruhi organisasi /perusahaan dalam hal mematuhi persyaratan standar ISO 45001:2018?

ISO 45001:2018 meletakkan akuntabilitas kinerja sistem Manajemen K3 tepat pada manajemen puncak organisasi, tetapi manajemen puncak boleh menyerahkan wewenang untuk melaporkan kinerja Sistem Manajemen K3 kepada “individu (kadang-kadang disebut sebagai manajemen perwakilan), anggota manajemen puncak atau beberapa individu”. Sisi positifnya adalah, hal ini menghilangkan keraguan ke mana tanggung jawab untuk kesehatan kerja karyawan terletak dalam sebuah organisasi, namun juga memberikan manajemen puncak dengan beberapa pilihan untuk mendelegasikan beberapa tanggung jawab untuk tugas-tugas sehari-hari dalam aspek K3. Berikut adalah penjabaran dari opsi-opsi penunjukan posisi Perwakilan Manajemen dalam ISO 45001:2018

Seorang individu: Beberapa organisasi akan senang untuk melanjutkan dengan format ini, karena akan dianggap telah telah sesuai dengan format standar sebelumnya dan tidak repot untuk melakukan perubahan. Tapi, ada beberapa hal yang per dipertimbangkan di sini; yang pertama adalah bahwa standar ISO selalu fokus tentang perbaikan berkelanjutan, perubahan dalam hal perwakilan manajemen ini merupakan kesempatan bagi organisasi untuk meningkatkan sistem manajemen K3; yang kedua terletak pada salah satu masalah mendasar dalam setiap sistem manajemen K3 yaitu, risiko ketika membebankan tugas perwakilan manajemen pada satu orang. Apakah tenaga kerja akan bekerja dengan optimal jika hanya satu orang yang mengambil peran ini?

Seorang anggota manajemen puncak: Ada beberapa pertimbangan sebelum menunjuk salah satu anggota manajemen puncak menjadi wakil manajemen, yakni berkurangnya value dari seorang manajemen puncak (bisa berupa dari segi ekonomi dan knowledge) jika mereka secara teknis harus mengurusi semua aspek yang berkaitan dengan administrasi sistem manajemen K3. Namun sisi positifnya adalah, dengan ketentuan persyaratan kepemimpinan baru, jelas bahwa organisasi perlu menunjukkan komitmen kepemimpinan untuk pembentukan, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan kerja karyawan melalui sistem manajemen K3. Jadi, terlihat jelas bahwa sejumlah masukan dari manajemen puncak akan bermanfaat di sini.

Beberapa individu: Opsi ini memiliki beberapa daya tarik untuk banyak organisasi, dengan melibatkan lebih banyak orang (bisa juga dengan menggunakan outsource dari konsultan) dalam pembagian porsi kerja akan membantu dan memberikan efek positif bagi perusahaan. Namun juga perlu dipertimbangkan, kadang-kadang sulit untuk mengelola beban kerja dan menjamin bahwa tugas diselesaikan secara tepat waktu ketika pekerjaan dibagi di antara beberapa orang.

Seperti kebanyakan hal, setiap organisasi harus mencari solusi terbaik untuk kebutuhan mereka sendiri dalam hal sistem manajemen K3. Hal ini dapat cukup disarankan bahwa kombinasi dari semua pilihan di atas akan bekerja dengan baik: misalnya dengan menunjuk seorang wakil manajemen yang akan memimpin koordinasi K3 melalui forum dan pertemuan rutin karyawan, yang didukung secara nyata oleh anggota manajemen puncak yang, dimana anggota manajemen puncak harus menunjukkan kepemimpinan dan membantu tugas-tugas komunikasi untuk memastikan tingkat kesadaran dan akuntabilitas dari sistem manajemen K3.

Untuk sertifikasi ISO 45001 silakan langsung menghubungi kami. Isi laman permintaan proposal penawaran (klik di sini).