Tag: Sertifikat ISO Murah
Memenuhi Harapan Pelanggan VS Servis dengan Biaya Rendah
Memenuhi harapan pelanggan VS servis dengan biaya rendah, siapakah yang akan menjadi pemenangnya? Bagi Anda yang menyukai improvement, Anda akan tahu siapa yang akan memenangkan pilihan bisnis ini.
Continual Service Improvement adalah langkah yang dapat diambil untuk memenuhi harapan pelanggan dengan optimasi servis dengan biaya rendah. Terlepas daripersyaratan ITMS ISO 20000 atau ISO 9001 terkait dengan continual improvement, yaitu membangun budaya improvement orang-orang Anda. CSI-ITMS dengan optimasi servis biaya rendah membutuhkan orang yang kreatif dengan pendekatan teknologi yang dapat diterima. CSI-ITMS mengikuti dari perspektif Information Technology Infrastructure Library, yaitu siklus terakhir dari model berikut:
Prinsip CSI yang eksklusif berbeda dengan ISO 9001 yaitu 7 langkah process improvement, berikut 7 langkah perbaikan proses:
1. What should you measure ?
Langkah ini dijawab dari strategi servis atau desain servis Anda, hal mana saja yang menjadi dasar pengukuran.
2. What can you measure ?
Jawaban ini ada pada Service Level Agreement (SLA) yang Anda set di awal menjadi daftar yang dapat diukur.
3. Gather the data
Tinjau proses Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi, aplikasi, atau sistem tools monitoring lainnya.
4. Process the data
Data yang didapat diproses dan dibandingkan dengan CSF (Critical Success Factor) atau KPI , atau tools objective target lainya. Bandingkan bagaimana kinerjanya.
5. Analyse the data
Melakukan analisa data terhadap parameter pencapaian, trend, dan dampaknya terhadap servis atau bisnis Anda.
6. Present the information
Bagaimana menampilkan data menjadi tools improvement yang akan menjadi catatan untuk perbaikan
7. Implement corrective action
Melakukan tindakan perbaikan atas input yang menjadi dasar improvement.
Ada banyak cara untuk memenuhi harapan pelanggan, salah satunya yaitu servis dengan biaya murah. Sejauh mana optimasi servis dengan biaya murah tersebut efektif dan efisien, Anda yang menentukan proses itu. Hubungi Kami bila Anda ingin mengadakan pelatihan business process management atau training ISO.
Disaster Recovery Plan, Penanganan Darurat Layanan Informasi
Sistem berbasis keamanan informasi atau layanan servis manajemen seperti ISO 27001 dan ISO 20000 mensyaratkan adanya mekanisme Disaster Recovery Plan atau Rencana Penanganan Darurat. Istilah untuk ini berbeda-beda. ISO 20000 menyebut resolution plan, ada lagi sistem manajemen yang menyebut contingency plan, atau emergency response plan. Prinsipnya sama, yaitu bagaimana organisasi melakukan sebuah perencanaan terhadap keadaan darurat, dalam konteks ini adalah penanganan darurat layanan informasi.
Disaster recovery plan adalah upaya organisasi dalam melakukan rencana penanganan darurat terhadap layanan informasi. Berikut beberapa contoh rencana penanganan darurat:
Contingency Planning and Resilience mind map, types of plans
Organisasi harus membuat perencanaan, skema praktis dan simulasi terhadap darurat layanan informasi. Langkah utama disaster recovery plan yaitu melakukan backup, upaya pengendalian monitoring dan melakukanredundancy data.
Disaster Recovery Plan (DSP) membawa rasa aman bagi pelanggan dan organisasi itu sendiri. Karena jaminan atas layanan informasi di masa mendatang penuh dengan risiko, sehingga rencana penanganan darurat yang baik membawa nilai tambah terhadap pelanggan, termasuk di dalamnya membuat skenario-skenario penanganan darurat dan simulasi model discovery recovery plan. Model tersebut akan menjadi sebuah konsep manajemen keamanan layanan informasi.
Human Capabilities, Harmony People to People
Dalam ISO 9001: 2015 ataupun di dalam sistem manajemen, faktor manusia menjadi basis kesuksesan dan keterpurukan organisasi. Sekarang ini ada sebuah jargon “Mencari karyawan yang sesuai dengan keinginan perusahaan adalah susah”. Faktor pemborosan, human error, delay on delivery, proses produksi terhambat, dan sebagainya diakibatkan oleh proses rekrutmen karyawan yang salah dan tidak sesuai. Sehingga proses rekrutmen adalah gerbang dalam merekrut karyawan anda yang menentukan maju atau mundurnya organisasi.
Mencari orang yang benar-benar sesuai adalah mahal, tetapi hal tersebut worth it untuk masa depan organisasi, dan hal itu adalah pilhan. Ada juga organisasi yang melakukan metode rekrutmen karyawan dengan ongkos murah, tetapi organisasi tersebut melakukan upaya pengembangan karyawan (people develop) yang baik di organisasinya.
Keterbatasan karyawan Anda di dalam organisasi harus diperhatikan, dikembangkan dan dioptimasi. Hal ini bukan masalah HRD atau personalia saja, tetapi menyangkut perhatian setiap Manager atau Kepala Bagian.
Masalah human capabilities adalah perhatian bagi semua karyawan dari lini manager atau kepala bagian.
Good Service with ISO 20000
Saat ini dunia belanja didekatkan dengan banyak aplikasi yang mendukung fasilitias belanja online, anda tinggal buka aplikasi -> pilih -> dan bayar, semudah itu. Tapi apakah pernah berfikir bagaimana membuat service tersebut menjadi standard kinerja yang baik terhadap service ke customer?

Service terhadap customer melalui media web ataupun sistem IT lainnya, pendekatannya adalah menggunakan ISO 20000 | IT Service Management (ITSM). ISO 20000 secara komprehensif mendekatkan diri pada performa service management perusahaan aplikasi atau jasa melalui ITSM berbasis web atau aplikasi. ISO 20000 membahas design , management release, IT security, configures management , change management bahkan juga berbicara mengenai sistem budgeting and accounting for IT services. Secara garis besar struktur ISO 20000 adalah :
- scope
- normative reference
- terms and definition
- service management system requirements
- design and transition of new or changed service
- service delivery processes
- relationship processes
- resolution processes
- control processes
bagi customer kehandalan, kecepatan, keamanan , ketersediaan service yang baik dari perusahaan menjadi catatan penting customer.
Misalignment dalam Organisasi
Misalignment dalam organisasi atau hal-hal yang tidak selaras di dalam suatu organisasi.
Misalignment adalah ketidakselarasan jalannya suatu organisasi. Ketidakselarasan tersebut bermacam-macam, penulis telah mengidentifikasi beberapa aspek yang menyebabkan misalignment dalam organisasi. Apa saja?
Berikut beberapa aspek yang menyebabkan misalignment dalam organisasi:
- Market Change
Perubahan pasar di luar organisasi menjadi faktor pemicu misalignment. Yaitu perubahan pasar dan consumer behaviour menjadi aspek perubahan internal sebagai bent respond terhadap pasar.
- Speed Optimation
Ketika organisasi masih menjalankan semua proses kerja dengan banyak manual, dimana direktur Anda menginginkan kecepatan dalam proses kerja, maka hal itu menjadi lama dan membutuhkan banyak waktu.
- Customer Behaviour Changes
Dimensi customer berbeda-beda, apakah organisasi Anda selalu menciptakan mutu saja? Apakah selalu pelayanan yang cepat? Apakah selalu tidak ada complain? Melakukan upaya untuk mengetahui perubahan customer dan repsonnya dengan relevansi organisasi Anda, maka Anda yang akan jadi juaranya.
- Rigid Organisation Structure
Apakah organisasi Anda mempunyai struktur yang kaku? Apakah struktur Anda terlalu birokrasi? Bagaimana ukuran keberhasilan proses Anda dari struktur yang Anda miliki? Bila ada, maka ubahlah karena struktur tersebut dapat membunuh Anda sendiri.
- Produk Capability
Baik organisasi yang bersifat komersil maupun non-komersil, tipe Anda adalah push system atau pull system. Push system adalah organisasi yang menjual barang yang sudah Anda punya, sedang pull system adalah menciptakan sebuah produk atau jasa dengan ide dari pelanggan Anda. Bila Anda salah satunya, maka saat ini untuk lebih berkompetisi adalah sulit. Organisasi cenderung menggunakan gabungan keduanya, pull dan push system untuk agresivitas, dan selling method.


