perusahaan

now browsing by tag

 
 

Sertifikasi ISO untuk Perusahaan

SERTIFIKAT ISO MURAH – ISO adalah standar Internasional yang membantu perusahaan mengatasi beberapa hambatan dalam bisnis. ISO tidak dikhususkan untuk perusahaan besar, melainkan semua perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sedikit, demi kelangsungan bisnis dan meyakinkan pelanggan bahwa perusahaan Anda mempunyai sistem manajemen yang baik.

Sertifikasi ISO untuk perusahaan mengintegrasikan spesifikasi teknis dari produk dan jasa, membuat proses bisnis menjadi lebih efisien, dan melancarkan bisnis di perdagangan internasional. Sertifikasi ISO juga membantu perusahaan membuat produk yang aman dan baik untuk lingkungan, sehingga konsumen tidak ragu menggunakan produk dan jasa Anda.

Beberapa tantangan yang paling menuntut dari bisnis modern juga dapat dicegah dengan menerapkan standar ISO. Memastikan tak ada hambatan dalam bisnis, produktivitas meningkat dan perusahaan dapat mengakses pasar baru. Sertifikasi ISO menciptakan peluang baru di beberapa bisnis bagi perusahaan.

Beberapa manfaat ISO:

  1. Menghemat biaya. Kegiatan pada operasional ditingkatkan, menyebabkan bottom line naik pada produksi dan pemasaran.
  2. Kepuasan pelanggan meningkat. Kualitas barang menjadi semakin baik, penjualan pun ikut baik dengan kepuasan pelanggan.
  3. Akses ke pasar baru. Pencegahan hambatan perdagangan dan akses ke pasar baru terbuka.
  4. Peningkatan pangsa pasar. Produktivitas perusahaan meningkat dan secara kompetitif lebih unggul daripada produk lain.
  5. Manfaat terhadap lingkungan. Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Sebagai pelaku bisnis, sertifikasi ISO untuk perusahaan membuat semua karyawan serta pimpinan terlibat dalam implementasi standar ISO.

Semua standar ISO dibuat oleh orang-orang yang membutuhkannya. Para pakar industri mendorong berbagai aspek sebagai proses pengembangan standar, memutuskan apakah perlu ada standar baru untuk mendefinisikan semua permasalahan secara teknis.

Jika Anda ingin sertifikasi ISO untuk perusahaan, hubungi kami. Klik di sini untuk kontak dan klik di sini untuk meminta proposal penawaran.

Customer Service Excellence Hanya Teori

Customer Anda adalah raja? Customer Anda yang memberikanrevenue? Customer Anda yang menikmati produk atau servis? Bagaimana Anda dinilai oleh customer? Bagaimana repeat order dari customer Anda? Hubungan Anda dengan customer memberikan dinamika bahwa tidak sekedar bisnis yang Anda lakukan, tetapi bagaimana nilai yang Anda berikan juga memberikan nilai yang dinikmati oleh customer Anda.

Tahukah Anda, bahwa menilai sejauh apa tingkat customer service excellence Anda adalah teori. Karena definisi dari excellence itu sendiri tidak baku dan bagaimana organisasi tersebut mendefinisikan pengalaman itu sendiri. Oleh karena tiap organisasi memiliki karakteristik proses bisnis yang berbeda-beda dan tipe service terhadap produk atau jasanya yang berbeda-beda, maka perlu lebih eksplisit dalam mendefinisikan service excellence.

Pilar customer service excellence banyak teorinya, tapi paling tidak ada beberapa poin yang wajib kita ketahui, antara lain:

Customer Insight

Segmentasi customer menjadi tolok ukur bagaimana membuat pembatasan pada ekspetasi Anda terhadap customer.

Bayangkan, Anda sebagai pengusaha laundry yang berada di mall buka dari pukul 10 hingga pukul 21. Suatu ketika datang customer untuk mencuci pakaian di tempat Anda, lantas apa yang akan Anda lakukan? Tetap membuka outlet laundry, atau Anda akan bilang ‘sudah malam,  besok saja datang lagi’. Apakah pertanyaan tersebut pantas dilontarkan kepada customer loyal Anda? Lalu bagaimana dengan customer non-loyal Anda?

Pilihan untuk mengelola customer excellence Anda ada di tangan Anda sendiri. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, hanya bagaimana Anda memandang customer dari perspektif pelayanan prima.

Budaya Organisasi

Jelas customer menjadi core di dalam customer service excellence. Menyoal personil di dalam organisasi yang bersentuhan dengan customer juga menjadi core, tergantung bagaimana melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Di dalam pengukuran customer service excellence perlu dilihat:

  • segmen customer
  • pemenuhan kebutuhan customer
  • sejauh apa nilai produk dan service Anda diterima oleh customer
  • bagaimana dengan penilaian dan evaluasi kepuasan customer

Melihat sisi customer tidaklah mudah, perlu perencanaan yang matang dalam menilai customer service excellence.

Informasi dan Akses

Akses informasi terhadap layanan Anda menjadi penting bila produk dan service Anda ingin dikenal. Apa yang ingin dikenal dari produk dan service Anda? Mutu, harga, brand, pelayanan, pengiriman, atau produk dan service lainnya?

Jaminan mutu dan konsistensi atas produk dan service yang Anda tawarkan kepada customer menjadi penilaian dari customer, apakah produk dan service Anda layak disebut excellence atau tidak.

Timeline dan Mutu Pelayanan

Bisnis saat ini menawarkan produk dan service yang berpacu dengan waktu. Semakin cepat dan efisien pelayanan pada produk dan service Anda, semakin Anda menang dalam kancah mendapatkan service excellence. Tidak hanya standar waktu, standar kerja, standar personil, standar tempat, standar proses yang menjadi kesatuan di dalam pelayanan prima terhadap customer. Ukurlah persepsi customer Anda terhadap produk dan service Anda. Setelah itu lakukan evaluasi, sejauh apa persepsi tersebut mampu menjadikan inputan yang konstruktif bagi organisasi Anda.

Mengenal Tipe-Tipe CSR (Corporate Social Responsibility)

Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya menjadi pusat perhatian perusahaan saja, pemerintah dan masyarakat juga telah merasakan manfaat dari program ini. CSR adalah refleksi tanggung jawab perusahaan untuk meminimalisir dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif operasinya terhadap seluruh stakeholder, baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan. Hasilnya, kini perusahaan berlomba-lomba untuk merencanakan program-program CSR untuk menarik hati publik dan juga dalam rangka memenuhi persyaratan atau peraturan yang berlaku.

Dalam prakteknya tidak ada standar praktek CSR yang dianggap paling baik. Perusahaan diberi keleluasaan dalam menentukan aktivitas CSR sesuai dengan misi, budaya, dan lingkungan tiap perusahaan. Sebagai panduan, perusahaan dapat mengacu pada ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility yang di dalamnya terdapat 7 prinsip pelaksanaan CSR, antara lain: akuntabilitas, transparansi, perilaku etis, penghormatan pada kepentingan Stakeholder, kepatuhan terhadap hukum, penghormatan terhadap norma perilaku internasional, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Kotler dan Lee (2005) menyebutkan bahwa ada beberapa bentuk program CSR yang dapat dipilih dan diimplimentasikan oleh perusahaan. Beberapa tipe Corporate Social Responsibility yang dimaksud, yaitu :

  1. Cause Promotions

Dalam prakteknya perusahaan berusaha meningkatkan awareness masyarakat terkait isu tertentu, dimana isu tersebut tidak selalu berkaitan dengan core bisnis perusahaan, kemudian pemerintah mengajak perusahaan untuk menyumbangkan waktu atau materi untuk mengatasi atau mencegah permasalahan tersebut.

  1. Cause Related Marketing

Dalam prakteknya perusahaan mengajak masyarakat untuk membeli atau menggunakan produknya, dimana sebagian keuntungannya digunakan untuk mengatasi atau mencegah masalah tertentu.

  1. Corporate Social Marketing

Dalam prakteknya perusahaan melakukan kampanye untuk mengubah perilaku masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan.

  1. Corporate Philantrophy

Dalam prakteknya perusahaan memberikan sumbangan secara langsung baik berupa dana, barang atau jasa kepada phak yang membutuhkan

  1. Corporate Volunteering

Dalam prakteknya perusahaan mengajak karyawannya ikut terlibat dalam program CSR yang dilakukan melalui sumbangsi waktu dan tenaga.

  1. Socially Responsible Business

Dalam prakteknya perusahaan melakukan perubahan salah satu atau keseluruhan sistem kerjanya agar dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pilihlah bentuk CSR yang sesuai dengan tujuan perusahaan, tipe program dan keuntungan potensial yang ingin perusahaan Anda capai. Hubungi Kami jika Anda atau perusahaan ingin mengadakan pelatihan terkait Corporate Social Responsibility.

Mengenal ISO 28000, Supply Chain Security Management System

Supply Chain Security Management System (SCSMS) adalah sistem manajemen untuk keamanan rantai pasokan berstandard internasional. Sistem ini diatur di dalam ISO 28000, standard yang merupakan seri dari ISO yang dikembangkan oleh ISO/TC 8 Ship and Marine Technology. Latar belakang pengembangan standard ini adalah:

  • Pengendalian terhadap Isu Terorisme
  • Pengendalian terhadap Pembajakan (hijacked)
  • Pengendalian terhadap Penyelundupan
  • Pengendalian terhadap Perampokan barang

Tujuan dari pengembangan sistem ISO 28000:2007 yaitu ntuk meningkatkan kesadaran terhadap pengendalian risiko rantai pasokan. Juga bagaimana memenuhi standard dan peraturan regulasi terkait dengan rantai pasokan.

Penataan penerapan prinsip sistem manajemen keamanan rantai pasokan secara komprehensif dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 27001, dan lainnya. Sehingga peran ISO 28000 SCSMS menjadi core value bagi industri rantai pasokan dengan pendekatan proses yang berbasis risiko.

logistics

Persyaratan ISO 28000:2007 , strukturnya adalah :

4.1. General Requirements

4.2. Security Management Policy

4.3. Security Risk and Planning

4.4. Implementation and Operation

4.5. Checking and Corrective Action

4.6. Management Review and Continual Improvement

Keuntungan dari penerapan ISO 28000, beberapa diantaranya adalah :

  • Pemenuhan peraturan regulasi seperti :
  • C-TPAT | Customs-Trade Partnership Againts Terorism milk America Serikat
  • Secure Trade Partnership (STP) milik Singapore
  • Transport Asset Protection Association(TAPA) merupakan asosiasi terhadap keamanan rantai pasokan
  • Dan juga peraturan pemerintah didalam rantai pasokan dan logistik

ISO 28000 menjadi persyaratan administratif bagaimana komitmen organisasi yang terlibat di dalam rantai pasokan menjalankan bisnisnya dengan aman, terukur waktunya, pencapain konsistensi mutu produk barang pasokannya, dan memenuhi peraturan regulasi pemerintah.

 

Misalignment dalam Organisasi

Misalignment dalam organisasi atau hal-hal yang tidak selaras di dalam suatu organisasi.

Misalignment adalah ketidakselarasan jalannya suatu organisasi. Ketidakselarasan tersebut bermacam-macam, penulis telah mengidentifikasi beberapa aspek yang menyebabkan misalignment dalam organisasi. Apa saja?

Berikut beberapa aspek yang menyebabkan misalignment dalam organisasi:

  • Market Change

Perubahan pasar di luar organisasi menjadi faktor pemicu misalignment. Yaitu perubahan pasar dan consumer behaviour menjadi aspek perubahan internal sebagai bent respond terhadap pasar.

  • Speed Optimation

Ketika organisasi masih menjalankan semua proses kerja dengan banyak manual, dimana direktur Anda menginginkan kecepatan dalam proses kerja, maka hal itu menjadi lama dan membutuhkan banyak waktu.

  •  Customer Behaviour Changes

Dimensi customer berbeda-beda, apakah organisasi Anda selalu menciptakan mutu saja? Apakah selalu pelayanan yang cepat? Apakah selalu tidak ada complain? Melakukan upaya untuk mengetahui perubahan customer dan repsonnya dengan relevansi organisasi Anda, maka Anda yang akan jadi juaranya.

  •  Rigid Organisation Structure

Apakah organisasi Anda mempunyai struktur yang kaku? Apakah struktur Anda terlalu birokrasi? Bagaimana ukuran keberhasilan proses Anda dari struktur yang Anda miliki? Bila ada, maka ubahlah karena struktur tersebut dapat membunuh Anda sendiri.

  •  Produk Capability

Baik organisasi yang bersifat komersil maupun non-komersil, tipe Anda adalah push system atau pull system. Push system adalah organisasi yang menjual barang yang sudah Anda punya, sedang pull system adalah menciptakan sebuah produk atau jasa dengan ide dari pelanggan Anda. Bila Anda salah satunya, maka saat ini untuk lebih berkompetisi adalah sulit. Organisasi cenderung menggunakan gabungan keduanya, pull dan push system untuk agresivitas, dan selling method.