Tag: OHSAS 18001
Jangan Makan Makanan Katering Sebelum Mereka Punya Izin Ini
Pemerintah mengeluarkan ijin usaha jasaboga yaitu katering, penyedia makanan olahan dari pihak luar kepada organisasi. Izin usaha katering di Indonesia harus memenuhi persyaratan dari SK Kemenkes No. 715 tentang persyaratanHygiene Sanitasi Jasaboga. Maksud dari persyaratan ini adalah pemenuhan dari usaha katering dalam menjalankan usaha, selain aspek komersil juga memperhatikan perlindungan hygiene bagi konsumen.
Katering di dalam persyaratan ini dibagi atas 3 golongan berdasarkan tingkat risiko dan jangkauan pelayanan, yaitu:
Golongan A
Golongan katering untuk konsumen masyarakat umum tidak terbatas pada organisasi atau usaha dimana katering tersebut menjadi penyedianya.
Golongan B
Golongan katering untuk,-
a. asrama penampungan jemaah haji
b. asrama transito atau asrama lainnya
c. perusahaan
d. pengeboran lepas pantai atau offshore
e. angkutan umum dalam negeri
f. sarana pelayanan kesehatan
Golongan C:
Golongan katering untuk alat angkutan umum pesawat udara dan international
Persyaratan yang diminta dari SK ini adalah jaminan olahan makanan dari pengusahan katering melalui jaminan bebas penyakit menular, jaminan personal yang mengelola makanan, jaminan metode pengolahan makanan, jaminan dari lingkungan katering dan juga jaminan hasil pengujian sanitasi dan hygiene dari pihak ketiga.

Harus ada sistem pengawasan dan pembinaan dari Dinas Kesehatan terhadap kinerja katering dalam memenuhi persyaratan hygiene sanitasi jasaboga. Peran serta pengusaha katering dalam mendaftarkan usahanya adalah untuk pembedayaan katering itu sendiri.
Pelatihan adalah salah satu dari persyaratan SK Kepmenkes No. 715, terkait pelatihan personil pengolah makanan dengan kompetensi yang dimilikinya. Pelatihan persyaratan hygiene sanitasi jasaboga diselenggarakan oleh provider training yang telah memiliki ijin sebagai penyelenggara pelatihan.
Sistem yang dipakai untuk usaha katering dapat menggunakan pendekatan sistem HACCP atau standar praktis lainnya, seperti ISO 22000 tentang Food Safety Management System (FSMS). Secara komprehensif pemenuhan persyaratan ini dapat mengakomodir persyaratan SK Kepemenkes No. 715.
ISO 13485 Standard Alat Kesehatan
ISO 13485 adalah Seri ISO standar untuk medical devices atau alat-alat kesehatan untuk manufaktur dan penyedia jasa alat kesehatan. ISO 13485 memberikan kerangka untuk memenuhi dan mendemonstrasikan pemenuhan alat kesehatan terhadap standar mutu dan peraturan.
Tujuan dari ISO 13485 adalah menghasilkan proses produksi alat kesehatan yang aman untuk pelanggan. Melalui serangkaian proses standar mutu meliputi konsistensi desain, pengembangan, produksi, instalasi, dan pengiriman alat kesehatan ke pelanggan langsung atau distributor. Melalui ISO 13485 pencegahan pelepasan alat kesehatan serta penyalahgunaannya dapat diterapkan.
ISO 13485 akan terbit versi terbaru yang lebih komprehensif terhadap pemenuhan standar kelayakan alat kesehatan. Akan menjadi ISO 13485:2016 mengganti versi sebelumnya yaitu ISO 13485: 2013. Hal yang menarik adalah struktur ISO 13485 versi baru menyerupai ISO 9001:2015 yang artinya lebih integrative dalam aplikasi untuk organisasi.
Beberapa perbedaan untuk ISO 13485:2016 adalah :
- Keterkaitan dengan peraturan global terkait alat kesehatan
- Memasukan Management Risiko dan memastikan pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan risiko
- persyaratan tambahan dan kejelasan terhadap proses validate, verifikasi dan aktifitas desain
- penguatan pada proses pengendalian supplier
- meningkatkan fokus terhadap mekasnime umpan balik
- persyaratan eksplisit pada software untuk validasi aplikasi
Dengan demikian akan menjadi jelas platform untuk integrasi kedalam bisnis organisasi menggunakan High Level Structure (HLS). Sektor bisnis manufaktur alat kesehatan, supplai chain alat kesehatan menjadi suatu kebutuhan untuk pemenuhan standar ini.
Program HSE Sangat Penting bagi Perusahaan
Setiap aktivitas kerja pasti memiliki risiko dan dampak, terutama pekerjaan yang bergerak di bidang industri minyak dan gas, serta mining. Pekerjaan yang bergerak di ketiga bidang itu memiliki risiko tinggi (high risk) karena relatif lebih mudah menyebabkan kecelakaan, ledakan, kebakaran, bahaya pencemaran lingkungan, serta dapat menyebabkan setiap karyawan terserang penyakit. Sementara itu, tingkat kecelakaan kerja di Indonesia tergolong tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja perlu diupayakan untuk melindungi aset human capital dan menunjang keunggulan kompetitif bangsa.
Kecelakaan terjadi tidak direncanakan dan tidak disengaja, setiap orang juga tidak menginginkan hal itu terjadi. Mengingat dampak dari kecelakaan ini dapat merusak aset perusahaan, menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, bahkan dapat merenggut nyawa seseorang, maka program HSE sangat penting bagi perusahaan.
Penyebab terjadinya kecelakaan disebabkan karena beberapa hal. Misal kondisi yang tidak aman di sekitar lingkungan kerja, tindakan karyawan yang tidak menjunjung tinggi keamanan, serta lemahnya sistem manajemen K3 dan tidak adanya program HSE di perusahaan.
Dalam penerapan OHSAS 18001: 2007, Klausul 4.3.3 Tujuan dan Program menyebut bahwa organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara tujuan dan sasaran K3 yang terdokumentasi. Untuk menghindari kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan, maka perusahaan harus memiliki program HSE.
Program HSE dibuat untuk melindungi karyawan dan aset perusahaan supaya dapat terhindar dari bahaya kecelakaan serta penyakit akibat kerja. Selain itu, program HSE juga menciptakan suasana kerja yang mendukung—bersih dan aman—sehingga karyawan merasa nyaman dan diharapkan dapat bekerja dengan lebih produktif.
“HSE Officer merupakan bagian yang bertanggung jawab atas program HSE (kesehatan dan keselamatan kerja karyawan) di perusahaan”
Dalam pelaksanaannya, tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah perusahaan harus mengeluarkan biaya (budget) cukup besar untuk menerapkan program HSE. Kendati biaya yang dikeluarkan cukup besar, manfaat dari program tersebut dapat memangkas biaya yang dikeluarkan bilamana terjadi kecelakaan. Berikut biaya penerapan program HSE untuk menghindari kerugian yang terjadi akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada sebuah perusahaan:
Selain soal biaya, ada yang tak kalah penting dalam pelaksanaan Program HSE, yaitu peran manajemen puncak (top management). Komitmen manajemen puncak (top management) untuk melaksanakan program HSE menentukan target dan sasaran program, apakah program tersebut terlaksana atau hanya sebuah wacana.
Penerapan SMK3: Kewajiban atau Kebutuhan?
Apakah SMK3 itu penting? Apakah karyawan wajib mengetahui SMK3? Apakah penerapan SMK3, kewajiban atau kebutuhan?
Penerapan SMK3 acapkali jadi perdebatan sebagian orang. Di satu sisi orang mengatakan bahwa penerapan SMK3 adalah satu kewajiban, namun di sisi lain justru hal tersebut menjadi satu kebutuhan. Manakah yang benar?
Kewajiban dapat diartikan yaitu suatu yang kita kerjakan atau laksanakan untuk memenuhi keinginan atau hak orang lain, sedangkan kebutuhan adalah suatu yang kita kerjakan untuk memenuhi keinginan atau hak atas diri sendiri.
Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (SMK3) Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 menyebutkan, bahwa tujuan penerapan SMK3 adalah dalam rangka:
- Meningkatkan efektivitas perlindungan K3 dengan cara: terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi.
- Untuk mencegah kecelakaan kerja dan mengurangi penyakit akibat kerja dengan melibatkan: manajemen dan tenaga kerja (pekerja dan serikat pekerja).
Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, perusahaan berkewajiban menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Perusahaan yang dimaksud yaitu perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 100 orang pekerja dan mempunyai tingkat bahaya tinggi. Oleh karena itu, perusahaan diwajibkan menyusun rencana penerapan SMK3.
Selain menjadi peraturan pemerintah, tak jarang klien meminta perusahaan yang menjadi rekanannya untuk menerapkan SMK3. Penerapan SMK3 juga sering menjadi persyatan untuk tender, perusahaan berkewajiban menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Jadi, apakah perusahaan menerapkan SMK3 sebatas karena adanya peraturan pemerintah dan persyaratan tender saja?
Di balik upaya menaati peraturan pemerintah dan untuk memenuhi persyaratan tender, SMK3 sudah seharusnya menjadi kebutuhan perusahaan. Sebab perusahaan membutuhkan pengakuan, kebutuhan kesehatan dan kebutuhan keselamatan.
Kebutuhan Pengakuan
Setiap perusahaan membutuhkan pengakuan, terutama image positif dari pihak lain untuk menjalankan dan mempertahankan bisnisnya.
Kebutuhan Kesehatan
Kebutuhan kesehatan yang dimaksud yaitu bagaimana perusahaan tersebut dapat bersaing dan mendatangkan keuntungan sesuai yang diharapkan. Salah satu cara yaitu dengan menerapkan SMK3.
Kebutuhan Keselamatan
Perusahaan membutuhkan keselamatan supaya aset-aset perusahaan terlindungi dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan perusahaan.
Hal-hal di atas menunjukkan, bahwa penerapan SMK3 di suatu perusahaan bukan lagi sekedar kewajiban, tapi menjadi suatu kebutuhan. Dapatkan sertifikat dan training SMK3 bersama Kami!
Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan ISO 28000
Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan ISO 28000 – ISO 28000: 2007 adalah sebuah standard sistem manajemen yang telah dikembangkan secara khusus untuk perusahaan logistik dan organisasi yang mengelola operasi rantai pasokan. Diterbitkan sebagai spesifikasi umum oleh Organisasi Standard Internasional pada tahun 2005, lalu digantikan pada tahun 2007, yaitu dengan standard ISO 28000: 2007.
ISO 28000: 2007 adalah spesifikasi sistem manajemen untuk perlindungan orang, properti, informasi dan infrastruktur; di perusahaan dan organisasi yang berpartisipasi dalam operasi rantai pasokan lokal, nasional dan internasional.
ISO 28000: 2007 cocok untuk semua ukuran dan jenis organisasi yang terlibat dalam produksi barang, manufaktur , jasa, penyimpanan atau transportasi pada setiap tahap pengembangan produk atau pergerakan dalam rantai pasokan.
Keamanan rantai pasokan merupakan persyaratan penting bagi perusahaan yang terlibat dalam rantai pasokan internasional, terutama perusahaan yang harus memenuhi tuntutan keamanan yang lebih kuat dari bea cukai atau mitra bisnis mereka.
Untuk organisasi yang bekerja di dalam, atau mengandalkan industri logistik, sertifikasi untuk standar sistem manajemen rantai pasokan ISO 28000: 2007 menyediakan kerangka kerja yang berharga. Hal ini akan membantu meminimalkan risiko insiden keamanan dan membantu menyediakan bebas masalah ‘hanya dalam satu waktu’ untuk pengiriman barang dan persediaan.
Manfaat ISO 28000: 2007
Mengadopsi ISO 28000 yang memiliki manfaat strategis yang luas, baik pada organisasi maupun operasional, diwujudkan di seluruh rantai pasokan dan praktek bisnis.
Manfaat meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
- Ketahanan perusahaan yang terintegrasi
- Praktek manajemen yang sistematis
- Meningkatkan kredibilitas dan pengakuan/pengenalan merek
- Menyelaraskan terminologi dan penggunaan secara konseptual
- Peningkatan kinerja rantai pasokan
- Pembandingan terhadap kriteria dikenali secara internasional
- Proses pemenuhan yang lebih besar
Apa persyaratan standard ISO 28000?
ISO 28000: 2007 adalah standard berbasis risiko, mirip dengan ISO 14001, mengintegrasikan pendekatan berbasis sistem manajemen proses Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan persyaratan untuk perbaikan berkesinambungan.
Persyaratan umum ISO 2800: 2007 menyebutkan tentang pembentukan struktur dan perbaikan secara terus-menerus. Lalu klausul berikutnya tentang kebijakan manajemen keamanan yang diakui oleh manajemen puncak, dan klausul-klausul lain sebagai persyaratan standard ISO 28000.
Mengintegrasikan ISO 28000 dengan standar sistem manajemen lainnya
ISO 28000 dirancang agar kompatibel dengan standard dan spesifikasi sistem manajemen lainnya, seperti ISO 9001, OHSAS 18001, ISO 22000, ISO 17025, ISO 27001, ISO 14001 dan standard ISO lainnya. Semua sistem tersebut dapat diintegrasikan melalui pendekatan sistem Manajemen Terpadu. Semua sistem tadi memiliki banyak prinsip, sehingga memilih sebuah sistem manajemen yang terintegrasi dapat menawarkan nilai yang sangat baik untuk pendekatan yang lebih mudah, untuk melaksanakan, mengelola dan meningkatkan beberapa standard secara bersamaan.

