Tag: Sistem Manajemen Mutu
Perbedaan SMK3 dengan ISO 45001
ISO 45001 memiliki istilah yang berbeda dengan OHSAS 18001 dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3). Perbedaan SMK3 dengan ISO 45001 lebih kepada tipe dan bidang organisasi. ISO 45001 dipakai untuk semua jenis organisasi dan tipe organisasi, baik itu production based atau manufactured basedserta service based, sehingga istilah di dalam persyaratannya menjadi general.
Berikut beberapa istilah yang diganti:
Istilah Preventive Action diganti dengan:
Pasal 4.1 – Determining of External and Internal Issue
Pasal 6.1 – Action to address risk associated with threat and opportunities
Pasal 5.2c – Commitment to applicable legal and other requirements to which organisation subscribe
Pasal 8.6 – Emergency Response Preparedness (potential emergency identified, planned , emergency procedures tested)
Istilah preventive action atau tindakan pencegahan sudah menjadi kesatuan pada pasal-pasal di atas.
Risk:
Di dalam ISO 45001, istilah ‘risk’ dapat bervariasi di beberapa negara. Istilah ‘hazard identification’ sudah termasuk di dalam ‘risk identification’ and ‘risk control’ untuk memastikan semua bahaya teridentifikasi untuk semua jenis industri.
The Worker:

The worker atau pekerja dapat memiliki istilah berbeda di dalam peraturan legal di beberapa negara. Di dalam konteks ISO 45001, pekerja adalah orang yang bekerja di bawah naungan organisasi termasuk juga subkontraktornya.
Outsourcing:
Semakin menekankan tuntutan pemasok barang dan jasa untuk memenuhi persyaratan OHSM – Occupational Health Safety Management. Oleh karena hal ini bagian dari reputasi organisasi yang harus diemban oleh outsourcing-nya.
Pendekatan implementasi menjadi lebih luwes karena ISO 45001 memiliki pendekatan High Level Structure (HLS) yang dapat berintegrasi dengan sistem manajemen lainnya, seperti ISO 9001: 2015 dan ISO 14001: 2015.
ISO 45001 akan menjadi lebih tajam di dalam pengukuran risiko K3, dan bagaimana lebih banyak partisipasi eksternal dan internal yang terlibat di dalam organisasi untuk komitmen dalam memenuhi kebijakan dan aturan main OHSMS.
ISO 45001, Pengganti OHSAS 18001
ISO merilis kabar tentang ISO 45001 yang akan menggantikan OHSAS 18001: 2007. Ada beberapa konsekuensi mengenai pengembangan dan implementasinya. ISO 45001 menjadikan Sistem Manajemen K3 atau OHS Management System menjadi lebih jitu dalam prinsip mencegah kecelakaan kerja.

Upaya menjalankan sistem manajemen K3 akan ditambahkan, termasuk praktek-praktek yang melibatkan implementasi ISO 45001. Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang akan Anda dapatkan soal ISO 45001:
Mengapa OHSAS 18001 diganti dengan ISO 45001 ?
ISO 45001 meningkatkan efektivitas pengendalian kecelakaan kerja dengan penerapan komprehensif sistem manajemen K3. ISO 45001 berharap, bahwa dengan pengendalian Sistem Manajemen K3 mampu mendukung SMK3 di semua bentuk organisasi. Manfaat lainnya yaitu pengakuan lebih dari internasional, efisiensi implementasi SMK3, dan dukungan dari semua pihak berkepentingan. ISO 45001 bertujuan untuk mendapatkan kemampuan organisasi secara proaktif dalam memperbaiki kinerja OHS serta mencegah kecelakaan dan sakit-penyakit.
Kapan ISO 45001 akan diluncurkan ?

ISO 45001 versi 2016 (ISO 45001: 2016) menggantikan OHSAS 18001: 2007.
Bagaimana dengan organisasi yang sudah meraih sertifikat OHSAS 18001 tahun 2016, apakah langsung diganti ?
Sertifikat OHSAS 18001: 2007 akan diberi tenggat waktu selama 2-3 tahun untuk peralihan ke ISO 45001.
Apa yang beda dari ISO 45001 ?
- Struktur ISO 45001
Struktur ISO 45001 menggunakan HLS (High Level Structure), yang artinya lebih adaptif dan berintegrasi dengan proses bisnis organisasi, integrasi dengan sistem manajemen ISO 9001: 2015 dan ISO 14001: 2015.
- Dokumentasi
Tidak ada lagi istilah penggunaan prosedur. Istilah ini digantikan dengan “Documented Information”
- Fokus pada konteks organisasi
- Lebih banyak keterlibatan senior management leadership safety
- Lebih menekankan rasa “risk management”
- Persyaratan legal dan perundangan lebih eksplisit, artinya tidak terbatas pada organisasi tetapi juga pihak berkepentingan
- Outsourcing dan procurement lebih eksplisit, artinya penekanan safety implementationpada organisasi outsourcing dan procurement.

Apa yang harus saya lakukan dengan perubahan ini ?
- Lakukan persiapan manajemen dengan tim untuk perubahan ini
- Mencari referensi panduan dan persyaratan draft ISO 45001
- Berbicara dengan IT Management atau IT Manager terkait penyediaan informasi proses dan procedural sistem
- Perbaharui legal dan perundangan yang terkait dengan organisasi serta pihak berkepentingan Anda (stakeholders)
Efisiensi dengan Peta Proses Bisnis
Bagaimana peta proses bisnis melakukan sebuah efisiensi di dalam bisnis organisasi?
Efisiensi adalah ketepatan di dalam menjalankan sesuatu dengan sumber daya yang ada atau dengan kata lain efisiensi itu adalah sesuatu yang ‘pas’ di konteks tertentu. Organisasi saat ini dihadapkan dengan ketidakpastian bisnis dan risiko didalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut yang dapat berdampak kepada profit atau revenue organisasi atau untuk organisasi non-profit hal tersebut akan berdampak pada return atau timbal balik dari operasi organisasinya.
Efisiensi adalah sesuatu yang ‘pas’, pas penggunaan sumber daya pada konteks proses tertentu.
Rumus dasar profit adalah:
PROFIT = JUMLAH PENDAPATAN – JUMLAH BIAYA
Bila anda ingin mendapatkan profit yang lebih besar maka anda tinggal menaikan jumlah pendapatan dan mengurangi jumlah biaya, bagaimana dengan jumlah pendapatan anda yang tetap tetapi anda ingin tetap dapat profit. Jawabannya adalah efisiensi pada pos-pos yang memiliki jumlah biaya yang signifikan. Bila anda menggunakan istilah cost down itu sama halnya anda melakukan upaya pemangkasan biaya-biaya yang ada diproses, dan itu membuat anda terlihat ‘pelit’, tetapi istilah efisiensi adalah bagaimana proses yang tetap optimal dengan sumber daya yang cukup.
Rekayasa proses adalah yang memungkinkan dipilih dibandingkan dengan pembiayaan terhadap perubahan design infrastruktur atau penambahan pekerja. Karena masing-masing mempunyai tingkat pembiayaan yang relatif besar dibanding dengan rekayasa proses.
Bandingkan antara proses sebelum efisiensi dengan sesudah rekayasa proses:

sebelum rekayasa proses layanan medical check-up

sesudah rekayasa proses layanan medica check-up
Ada konsekuensi memang terhadap rekayasa proses, pendekatan IT menggunakan peta proses bisnis juga menimbulkan biaya, akan tetapi bila diagonalisa benefit vs cost jauh lebih tears manfaat apalagi anda adalah organisasi yang berorientasi pada kinerja pelayanan.
Mengelola IT Service Management dengan Baik
Pernahkah Anda mengeluh terhadap penyedia layanan internet Anda? Bagaimana cara penyedia layanan internet menangani masalah Anda? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki ketika terjadi gangguan? Lalu adakah hubungannya dengan masalah servis dan sarana? Apa yang mereka lakukan dalam menanggapi masalah anda? Bagaimana dengan layanan lainnya?
Bagi user service dari perusahaan berbasis IT Service Management (ITSM), menginginkan pelayanan yang sempurna adalah suatu keharusan. Namun sebenarnya bagi perusahaaan berbasis ITSM, menciptakan layanan yang sempurna amatlah sulit, tetapi bukan menjadi hal yang sulit jika tidak ada konsep dalam layanan tersebut.
Fokus pada service desk merupakan bagian dari service mangement, dipersyaratkan di dalam pengelolaan ISO 20000 IT Service Management. Service helpdesk adalah buah dari strategi layanan di dalam perencanaan konsep service kepada pelanggan. Perencanaan terhadap masalah layanan, insiden service, payment service, service report, dan lainnya.

User tidak akan melihat bagaimana Anda mengelola masalah layanan , tetapi bagaimana Anda melakukan service delivery yang baik.
Konsep perencanaan service delivery yang tidak matang menjadikan service desk menjadi tidak bernilai di hadapan pelanggan. Sementara service desk adalah bagian dari service management yang dinilai oleh pelanggan, yang dapat menjadikan input business continuity Anda.

Konsep service desk adalah mengelola layanan pengiriman dan layanan pendukung ke dalam service prima bagi dan untuk pelanggan.
Mengenal ISO 37001, Sistem Manajemen Antisuap
Dunia akhir tahun ini akan berbangga menerima Sistem Manajemen Antisuap yang dikeluarkan oleh ISO dengan nama ISO 37001. ISO series ini bertujuan untuk membuat sistem standar internasional untuk mengendalikan korupsi atau suap.
Sebenarnya sistem ini secara praktek sudah dilakukan oleh beberapa organisasi, khususnya perusahaan oil and gas yang dalam kebutuhannya melakukan audit kepada kontraktor dengan sistem AUDIT ANTIBRIBERY. Oleh karena banyak tuntutan dari praktisi, akademisi, pemerintah terhadap kebutuhan standar antisuap ini, ISO mengangkat menjadi standar internasional, sehingga ini dapat diterapkan pada organisasi-organisasi yang beritikad baik dalam menjalankan bisnis secara sehat.
Untuk organisasi di Indonesia pilihannya ada dua, yaitu berkomitmen untuk menerapkan ISO 370001, Sistem Manajemen Antisuap dengan benar atau hanya semata-mata mendapatkan bukti sertifikasi ISO 37001 dan korpus tetap berjalan, ironis memang untuk Indonesia tetapi dengan semangat perubahan menuju perbaikan hal ini dapat dilakukan.
Berikut beberapa FAQ terhadap ISO 37001.
Apa Tujuan Standar ISO 37001?
Mengembangkan sistem management internasional dengan penerapan norma-norma anti suap atau korupsi di organisasi.
Kapan ISO 37001 dikeluarkan?
Pada akhir tahun 2016 dan ISO 37001 masuk kategori sertifikasi, artinya tidak hanya panduan manajemen anti suap tapi ada proses audit untuk sertifikasi.
Apa yang dicover didalam ISO 37001?
Pendekatan ISO 37001 adalah berbasis risiko, analisa risiko memainkan peranan untuk diidentifikasi, dinilai dan dievaluasi.
Siapa saja yang dapat aplikasi ISO 37001?
Standar ini fleksibel dan dapat digunakan untuk semua tipe organisasi, baik skala besa atau kecil, sektor pemerintahan atau swasta dan organisasi non-profit.
Apakah ISO 37001? Sistem yang berdiri sendiri ?
Tidak, sistem ISO 37001 adalah sistem yang dapat berintegrasi dengan sistem manajemen organisasi eksisting. Karena struktur ISO 37001 mempunyai High Level Structure, sehingga kemampuan berintegrasi dapat dilakukan hanya beberapa persyaratan spesifik anti suap/korupsi yang terpisah.
Apa manfaat ISO 37001?
ISO 37001 memberikan panduan pencegahan terhadap anti suap dan korupsi, penjelasan bukti justifikasi bahwa organisasi tidak melakukan korupsi, Manfaat B2B , manfaat tender, manfaat pra kualifikasi.

