Audit Surveillance
SERTIFIKAT ISO MURAH – Audit Surveillance adalah audit (pemantauan) yang wajib dilakukan oleh badan sertifikasi independen setiap enam bulan atau satu tahun sekali terhadap instansi yang telah bersertifikat ISO. Tujuan audit tersebut yaitu untuk menentukan apakah organisasi dan perusahaan masih berhak menyandang sertifikat ISO atau tidak. Dari audit ini bisa dibuktikan, bagaimana komitmen dan peran serta seluruh karyawan perusahaan dalam menjalankan standar ISO.
Hal-hal yang biasa ditanyakan atau dicari auditor pada Audit Surveillance:
- Apakah organisasi masih sesuai dengan persyaratan sistem manajemen?
- Apakah organisasi mengimplementasikan kebijakan dan SOP seperti yang sudah ditetapkan?
- Apakah secara berkala organisasi meninjau dan meningkatkan manajemen mutu melalui audit internal dan tinjauan manajemen (management review)?
- Bagaimana tindakan perbaikan yang berkelanjutan sesuai sistem manajemen dan monitoring sasaran mutu?
Waktu yang dibutuhkan saat audit surveillance (perpanjangan) lebih sedikit daripada audit pertama kali pada proses Sistem Manajemen. Ketika audit perpanjangan, Lead Auditor akan memulai dengan melihat proses kunci organisasi; seperti rapat tinjauan manajemen, audit internal, dan tindakan korektif. Kemudian hanya melihat beberapa proses yang tersisa dalam Sistem Manajemen. Lead Auditor mungkin juga hanya melihat sebagian dari seluruh organisasi, seperti hanya satu dari dua jalur produksi, atau situs tertentu.
Ada aturan khusus yang menganjurkan untuk menggunakan akar kuadrat dari semua lokasi yang akan diaudit . Misalnya, jika ada total 16 toko ritel di lingkup sertifikasi, setidaknya 4 toko harus diaudit dalam audit surveillance. Kembali ke tujuan kenapa audit surveillance perlu dilakukan, yaitu untuk menentukan kelayakan organisasi dan sertifikat ISO yang dimiliki.
Hubungi Kami jika perusahaan Anda ingin sertifikasi ISO. Klik di sini, atau silakan isi laman permintaan proposal penawaran.
Sertifikat ISO 9001 untuk Perusahaan
SERTIFIKAT ISO MURAH – Kebutuhan sertifikasi ISO di perusahaan-perusahaan dalam menyesuaikan perkembangan bisnis modern kian menjadi penting. Bukan hanya untuk menjawab bagaimana cara memuaskan pelanggan. Kebutuhan sertifikasi ISO di perusahaan juga penting untuk mengukur kinerja seluruh karyawan, termasuk top management. Sistem manajemen yang telah ada akan diintegrasi dengan standar ISO yang berlaku. Oleh karena itu, menerapkan sebuah sistem manajemen berstandar internasional menjadi bukti betapa perusahaan ingin melindungi pelanggan dan stakeholders.
Tidak sedikit perusahaan yang belum tahu tentang penggunaan sertifikat ISO ini. Namun sebelum itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mari kita simak penjelasan berikut…
Setiap perusahaan harus memiliki gagasan yang jelas tentang tujuan mereka dan keuntungan apa yang akan diperoleh setelah mendapatkan sertifikat ISO 9001. Mereka harus siap untuk menggabungkan Sistem Manajemen Mutu ke setiap area bisnis.
Semua karyawan harus menyadari apa yang diharapkan dari mereka dan di mana wilayah tanggung jawab mereka.
Sistem Manajemen Mutu yang terdokumentasi dengan baik sangat diperlukan, bersamaan dengan kebijakan dan prosedur yang dipersyaratkan oleh ISO 9001.
Dokumentasi yang dimaksud menentukan:
- Struktur organisasi
- Siapa yang harus mencatat informasi dan informasi apa yang direkam
- Tanggung jawab karyawan
- Jalur komunikasi di seluruh perusahaan
- Tindakan apa yang dibutuhkan
- Bagaimana keberlangsungan dipertahankan saat ada pergantian karyawan
Definisi sistem
Mendefinisikan Sistem Manajemen Mutu Anda akan memerlukan masukan dari semua departemen dalam organisasi. Maka yang perlu dilakukan perusahaan:
- Tentukan siapa pelanggan untuk setiap departemen, misalnya:
– Untuk bagian penjualan dan pemasaran menjadi end user dari seluruh proses bisnis
– Untuk departemen TI menjadi departemen internal.
- Dokumentasikan kegiatan di setiap area.
- Kaji Standar ISO 9001 untuk memastikan persyaratan telah dipenuhi.
- Identifikasi area masalah dan ratakan
Pengelolaan Dokumentasi
Top management perlu berkomunikasi dengan semua karyawan di perusahaan, pentingnya menyimpan catatan dan menggunakan dokumentasi (arsip) yang benar.
Mengontrol penggunaan dokumen, untuk memastikan sistem manajemen mutu versi terbaru sedang digunakan, bagian penting dari implementasi ISO 9001. Diperlukan sistem yang kuat untuk memastikan bahwa versi lama dihapus dan versi baru dikomunikasikan ke berbagai departemen internal, bersama sistem kontrol.
Perusahaan wajib mengidentifikasi catatan mana yang harus disimpan agar sesuai dengan persyaratan sistem ISO 9001, dan apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dengan sukses.
Tindakan korektif dan preventif
Dari seluruh proses bisnis yang ada di perusahaan, pasti terdapat salah. Perusahaan harus memiliki dan menetapkan cara untuk memperbaiki masalah dan mengidentifikasi penyebabnya, sebelum melakukan perubahan untuk mencegah kesalahan itu terjadi lagi.
Perusahaan wajib menyimpan catatan tindakan-tindakan yang telah dilakukan untuk memperbaiki masalah. Bila memungkinkan, perusahaan wajib mengidentifikasi area masalah yang potensial dan membuat sebuah cara untuk mencegah atau meminimalkan efeknya sebelum hal itu terjadi.
Dukungan dan pelatihan yang sedang berjalan
Seluruh karyawan harus dilatih sesuai untuk memastikan mereka mampu menjalankan fungsi pekerjaan mereka. Perusahaan harus menyimpan catatan pengalaman, pendidikan dan pelatihan yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan mereka.
Persyaratan pelatihan di kemudian hari kemudian dapat diimplementasikan bersamaan dengan keterampilan baru yang mungkin diperlukan saat bisnis berkembang.
Dengan menggunakan informasi ini, kesenjangan dalam pengalaman masing-masing karyawan bisa diidentifikasi, jika perusahaan memasang peralatan baru atau menambahkan produk baru.
Audit Internal
Audit Internal dari sistem manajemen perusahaan sendiri sangat diperlukan. Sebuah tim yang terdiri dari beberapa karyawan dibentuk terhadap fungsi yang diaudit dapat melaksanakan hal ini.
Auditor Internal akan memeriksa bahwa prosedur dalam Manual Mutu sedang diikuti dan akan mengidentifikasi area yang menjadi perhatian untuk diperbaiki.
Anda harus memiliki prosedur bagaimana audit direncanakan, dilakukan dan dicatat. Sebelum audit eksternal yang dilakukan oleh badan sertifikasi, hingga perusahaan dinyatakan lulus sertifikasi ISO 9001. Hubungi kami sekarang!
Klasifikasi Temuan Audit Eksternal oleh Badan Sertifikasi ISO
SERTIFIKAT ISO MURAH – Apa itu temuan? Apa itu audit eksternal? Temuan adalah masalah-masalah penting (material) yang ditemukan selama proses audit, kemudian masalah-masalah itu dikemukakan hingga diadakan perbaikan yang bermanfaat untuk peningkatan kinerja, efisiensi dan efektivitas bisnis perusahaan. Audit eksternal adalah audit yang dilakukan oleh badan sertifikasi ISO yang bersifat independen, bukan dari lingkungan perusahaan. Audit yang dilakukan oleh tim di perusahaan sendiri disebut audit internal.
Temuan audit merupakan bagian dari suatu proses audit di mana bagian ini memuat pesan khusus (pokok), disampaikan oleh auditor ke pembaca laporan. Inilah alasan utama dibuatnya laporan tersebut. Temuan audit adalah kesimpulan akhir dari kegiatan pemeriksaan, yaitu ketika lead auditor melakukan pemeriksaan dengan mengumpulkan bukti audit (audit evidence collection), lalu melakukan analisis dan evaluasi terhadap bukti audit (audit evidence evaluation).
Dalam implementasi sistem manajemen mutu (ISO 9001), lingkungan (ISO 14001) dan K3 (OHSAS 18001), terdapat kegiatan internal audit di samping audit eksternal yang bertujuan untuk mengukur efektivitas dari pelaksanaan sistem manajemen selama periode tertentu. Internal audit biasanya dilakukan minimal 1 kali dalam setahun oleh para internal auditor yang ditunjuk oleh Manajemen Puncak (top management).
Temuan audit diklasifikasikan dalam dua jenis: kesesuaian (conformity) dan ketidaksesuaian (non conformity). Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan standar ISO yang diterapkan, akan ada peluang untuk perbaikan, tergantung dari parah dan tidaknya temuan tersebut.
I. Observasi
Oberservasi adalah temuan yang bersifat posititf. Yaitu, saran dari lead auditor terhadap sasaran pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan efektivitas dari mutu pelaksanaan kegiatan terkait. Sebuah temuan termasuk observasi tidak bisa dijadikan dalam kategori ketidaksesuaian sekalipun minor, tidak melanggar dokumentasi sistem manajemen yang telah diterapkan, sehingga saran untuk perbaikan tidak diwajibkan.
II. Ketidaksesuaian (Non Conformity)
Definisi dari ketidaksesuaian menurut ISO 9000:2000 adalah sebuah ketidakmampuan dalam memenuhi persyaratan. Ada dua jenis ketidaksesuaian: minor dan mayor.
- 1. Ketidaksesuaian Kecil (Minor)
Ketidaksesuaian Minor adalah suatu kegagalan untuk memenuhi salah satu persyaratan dari subklausul sistem manajemen atau ketidaksesuaian yang terjadi dalam implementasi suatu persyaratan dari prosedur sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh perusahaan. Beberapa kategori minor dapat berpotensi mengakibatkan rusaknya sistem dan mungkin dapat berkontribusi menjadi kategori mayor. Sebuah temuan termasuk ketidaksesuaian Minor jika tidak mempunyai dampak serius terhadap sistem manajemen dan sering kali disebabkan adanya human error dan diberikan batas waktu tertentu untuk memperbaikinya.
Contoh :
- Adanya penyimpangan terhadap instruksi kerja yang telah ditetapkan.
- Adanya kelalaian dalam pencatatan daftar rekaman berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan oleh sistem manajemen.
- 2. Ketidaksesuaian Besar (Mayor)
Sebuah temuan audit dikatakan kategori major, apabila tidak sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen yang seharusnya dijalankan dan harus dilakukan tindakan perbaikan segera. Pada kategori ini biasanya organisasi/perusahaan yang bersangkutan tidak direkomendasikan mendapatkan pengakuan lulus akreditasi pada sistem manajemennya.
Contoh :
- Tidak dilakukannya pemeriksaan/inspeksi pada saat penerimaan bahan baku/material
- Tidak adanya pengendalian terhadap proses khusus, mis : kegiatan pemeliharaan, pasca pengiriman dsb.
- Tidak dilakukannya program audit internal dan rapat tinjauan manajemen.
Saran Perbaikan
Saran-saran perbaikan dari lead auditor pada temuan audit berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan di dalam perusahaan. Hal ini juga dapat mencegah kecurangan terjadi (fraud prevention). Temuan audit memang diharuskan ada suatu tindakan perbaikan. Namun di sisi lain, sebuah saran hanya untuk memperbaiki suatu kondisi yang tidak melanggar aturan atau kriteria yang telah ditetapkan. Pada kasus-kasus ini, manajemen puncak (top management) memiliki hak untuk mengimplementasikan saran tersebut atau tidak.
Informasi laporan ketidaksesuaian yang diberikan auditor kepada pihak auditee (perusahaan) dapat menentukan apa, dimana, dan bagaimana tindakan perbaikan yang akan dilakukan untuk menyelesaikan akar permasalahannya. Tindakan perbaikan yang dibutuhkan diputuskan sendiri oleh auditee dan diawasi oleh lead auditor. Apabila temuan ketidaksesuaian telah diselesaikan oleh auditee pada saat proses audit berjalan, maka temuan tidak dibatalkan, akan tetapi dapat dibuat catatan bahwa ketidaksesuaian tersebut telah diselesaikan untuk diperiksa selanjutnya.
Temuan audit merupakan himpunan data dan semua informasi yang dikumpulkan, diolah dan diuji selama melaksanakan tugas audit eksternal tersebut atas kegiatan organisasi/perusahaan yang disajikan secara analisis menurut unsur-unsurnya yang dianggap bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (interest party) dan mempunyai tujuan yang lebih spesifik, yaitu mencapai keefektifan dan efisiensi dalam implementasi pada sistem manajemen sesuai apa yang dipersyaratkan oleh ISO.
Sudah cukup mengerti? Sertifikasi ISO bersama kami (klik di sini).
Revisi ISO 22000, Draft International Standard (DIS) Telah Dibuat!
SERTIFIKAT ISO MURAH – Revisi ISO 22000, sistem manajemen keamanan pangan, masih berlangsung. Dan revisi ISO 22000 belum lama mencapai tahap Draft International Standard (DIS). Standar yang direvisi akan menggabungkan struktur inti baru, serta elemen kunci yang diakui untuk memastikan keamanan pangan di setiap langkah rantai makanan.
Revisi ISO 22000 bertujuan untuk mengonsolidasikan isu terbaru seputar keamanan pangan agar sesuai dengan situasi sektor pangan saat ini. Ini adalah proses yang sangat komprehensif dan kelompok kerja yang merevisi standar telah mencakup beberapa konsep ekstensif. Para ahli bertemu tiga kali pada tahun 2016 dan memproses 1.800 komentar dari berbagai stakeholder di dunia yang juga mewakili berbagai posisi. Sekarang, tugas utama mereka adalah menerjemahkan konsep revisi yang dimasukkan ke dalam standar dan mengomunikasikannya kepada pengguna secara jelas dan ringkas. ISO 22000 menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan untuk semua organisasi dalam setiap aspek rantai makanan.
ISO 22000 versi baru akan berisi sejumlah perubahan kecil yang telah diperkenalkan untuk meningkatkan minat, perhatian, dan kejelasan terhadap standar, serta beberapa perubahan substansial yang lebih bersifat struktural. Sorotan utama revisi ISO 22000 adalah sebagai berikut:
- ISO 22000 versi baru akan mengadopsi ISO High-Level Structure (HLS) baru, yang merupakan kerangka kerja umum untuk semua standar sistem manajemen. Struktur umum ini memudahkan setiap perusahaan mengintegrasikan bisnis mereka, lebih dari satu sistem manajemen ke dalam prosesnya pada waktu tertentu.
- Revisi ISO 22000 akan memberikan pemahaman baru tentang gagasan “risiko”. Risiko adalah konsep penting untuk bisnis pangan dan standarnya akan membedakan antara risiko di tingkat operasional (melalui pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point, atau HACCP) dan berisiko pada tingkat strategis sistem manajemen (risiko bisnis), mencakup peluang-peluang untuk mencapai tujuan spesifik.
- Standar tersebut akan memperjelas perbedaan antara dua siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Yang pertama berlaku untuk sistem manajemen secara keseluruhan sementara yang kedua, tertanam di dalamnya, membahas operasi yang dijelaskan dalam Klausul 8, yang secara simultan mencakup prinsip-prinsip HACCP yang didefinisikan oleh Codex Alimentarius.
Versi baru dari revisi ISO 22000 akan dipublikasikan pada bulan Juni 2018. Masih ada waktu setahun untuk memperbaiki sistem manajemen mutu dan sistem manajemen keamanan pangan yang diterapkan saat ini. Atau, jika Anda ingin bertanya syarat sertifikasi ISO, hubungi kami (klik di sini). Bisa juga langsung mengisi formulir permintaan proposal penawaran (klik di sini).
Sertifikasi Sekolah Anda
Sertifikasi Sekolah Anda. Sebuah organisasi pendidikan memang tidak pernah bisa menjamin keberhasilan peserta didik. Namun, ada sejumlah cara yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan mereka dan berkontribusi untuk hasil belajar yang lebih baik. ISO 21001, sistem manajemen untuk organisasi pendidikan adalah standar sistem manajemen yang sebagian selaras dengan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Sistem manajemen terintegrasi bagi organisasi pendidikan untuk meningkatkan proses dan memenuhi kebutuhan dan harapan dari orang-orang yang menggunakan jasa mereka.
Bagamaiana sekolah setelah mendapatkan sertifikat ISO?
Setelah sekolah bersertifikasi ISO bisa memasang label sertifikasi ISO pada setiap media promo yang ada di Sekolah. Hal ini berfungsi untuk menaikkan Brand Image perusahaan, karena secara langsung kultur yang ada di perusahaan tersebut sudah profesional.
Setelah bersertifikasi ISO juga sekolah pasti menjalankan sistem dokumentasi berdasarkan sistem manajemen mutu, sehingga menjamin kesesuaian dari suatu proses maupun produk (barang/jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan yang sebelumnya ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan perusahaan.
Sertikasi Sekolah Anda disini.

